Kabar Hangat Otomotif – Konsumsi BBM Motor Dipengaruhi Cara Berkendara

0
541

Berdasarkan pengujian konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan oleh sebuah tim pada skuter matik yang ada di pasaran Indonesia yaitu Suzuki Nex Honda BeAT, serta Yamaha Mio J menghasilkan angka beragam walau ketiganya melampaui 50 km per liter lebih. Honda BeAT, bisa menembus 57,5 km perliter, dan Suzuki Nex 60,3 km tiap liternya sedangkan Yamaha Mio J tiap liter mencapai 51 km. Motor tersebut dikendarai tiga orang berbeda.

Pada pengujian tersebut, ketiganya dikuras hingga tak dapat dinyalakan kemudian diisi Pertamax RON 92 masing-masing sebanyak 1 liter. Ketiganya melewati rute yang sama dengan kondisi dari jalanan yang beragam, macet di sejumlah titik juga banyak dijumpai oleh ketiga pengendara ini. Perjalanan tersebut dimulai pada pukul 13.00 – 15.30 WIB. Kondisi jalan yang variatif yang macet, lancar, turunan tanjakan, serta tikungan. Panas cahaya matahari turut mewarnai uji tersebut.

Kecepatan dari ketiga skutik ini juga cukup terjaga yakni antara 30-40 km/jam. Namun sesekali mencapai 50 km/jam saat melewati jalanan MT Haryono. Mereka mencoba untuk menyeragamkan kecepatan demi membuktikan manakah yang lebih boros serta manakah yang hemat. Kemudian hasil dari pengujian ini dilanjutkan ke Peneliti serta Dosen Laboratorium Motor Bakar serta Sistem Propulsi Institut Teknologi Bandung (ITB), yaitu Dr. Ing. Tri Yuswidjajanto. Berdasarkan pendapatnya, cara berkendara amat berpengaruh pada konsumsi BBM.

“Meski telah ditimbang serta kecepatannya sudah ditentukan, tetapi faktor yang sangat mempengaruhi yaitu cara berkendara dari tiap orang,” terang pria yang sering disapa Yus ketika dihubungi wartawan. Yus juga menerangkan lagi lebih lanjut, yang ia maksud dalam cara berpengendara yaitu, bagaimana si orang ini mengendarai sepeda motornya. Ia lantas mencontohkan, orang yang gemuk dibanding orang yang kurus pun masih belum tentu orang gemuk lebih boros dalam mengendarai motornya.

“Kalaupun orang gendut tersebut mempunyai cara berkendara yang baik, contoh mengegas motornya dengan halus serta tetap konstan dalam kecepatannya tersebut, bisa saja ia lebih irit. Sebaliknya, orang kurus bila cara berkendaranya hanya asal-asalan saja, konsumsi BBM-nya pun sudah pasti lebih boros,” terangnya.

LEAVE A REPLY