Kabar Hangat Internasional – Hollande Diprotes Ribuan Demonstran

0
394

Sejumlah hingga puluhan ribu demonstran menggelar sebuah aksi untuk unjuk rasa dari Paris serta Lyon, Prancis. Diberitakan bahwa mereka menentang adanya hukum baru yang memberi keringanan terkait batasan-batasan perilaku aborsi serta legalisasi atas pernikahan gay. Lebih jauh lagi, para demonstran juga menuding bahwa pemerintahan dari Presiden Prancis Francois Hollande adalah “fobia keluarga”.

Pihak kepolisian Prancis menyatakan sesuai yang dilansir oleh kantor berita AFP, hari Senin (3/2/2014), sekitar sejumlah 80 ribuan orang sedang turun ke jalanan di Paris menggelar aksi demo yang telah diorganisir oleh gerakan bernama LMPT (Protest for Everyone). Salah seorang demonstran yang bernama Philippe Blin mengatakan bahwa dirinya merasa adanya “keresahan dari keluarga” di kota Prancis. Dari sisi lain, setidaknya ada 20 ribuan orang melakukan demo pada kota Lyon sambil membentangkan spanduk-spanduk yang memuat tulisan “Mom and Dad, There’s Nothing Better for a Child” serta “Two Fathers, Two Mothers, Children With No Bearings.”

“Kita ada di dalam masyarakat yang sudah mulai kehilangan sikapnya… Serangan-serangan atas keluarga merupakan bahaya untuk keluarga, untuk anak-anak, serta negara,” seru demonstran lain. Dari kota Lyon, banyak demonstran yang berteriak tentang: “Hollande, You Have Broken France”, juga diikuti dengan banyaknya demonstran yang menyerukan tentang pengunduran diri atas Hollande. Presiden dari LMPT, Ludovine de la Rochere menyatakan, dirinya merasa senang atas banyaknya demonstran yang telah ikut serta di dalam tindakan guna membela nilai-nilai yang tertanam pada keluarga tradisional tersebut. Dia juga meminta kepada pemerintah guna merespons kekhawatiran dari para demonstran tersebut.

Demonstran juga menentang kebijakan yang dilahirkan di bawah masa Hollande, juga aturan yang telah mengizinkan pernikahan kaum gay tahun lalu. Dilaporkan bahwa aksi demo terjadi dalam sepekan usai ribuan pengunjuk rasa Paris menentang terhadap pemerintahan Hollande. Pada demo yang bernama “Hari Kemarahan” tersebut, demonstran meneriakkan sejumlah slogan anti-Semit. Kegiatan demo berakhir pada bentrokan diantara polisi dengan demonstran dan menyebabkan 19 orang polisi terluka serta 226 demonstran ditahan.

LEAVE A REPLY