Kabar Ekonomi – Sarankan Konsumsi Gas, Subsidi BBM Akan Dihilangkan

0
914

Timses (Tim Sukses) pasangan Jokowi – Jusuf Kalla berkata jika mereka akan menggenjot pemakaian energy gas untuk masyarakat. Pasalnya, harga gas masih jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga BBM (Bahan Bakar Minyak).

Subsidi untuk BBM yang digunakan untuk transportasi pada saat ini mencapai Rp. 275 Triliun sementara, Rp. 100 Triliun untuk subsidi listrik. Adapun produksi gas di Indonesia sampai 2,3 juta barel setara dengan minyak atau jauh berada diatas minyak yang hanya sekitar 800 ribu barel setiap harinya.

Salah satu anggota Tim Sukses Jokowi – JK Bidang Energi, Darmawan Prasojo berkata dalam menghadapi masalah energy pada saat ini, strategi cerdas tentu sangat di butuhkan.

“Energi akan menjadi lebih murah baik pada transportasi ataupun listrik sebab kita telah melakukan transformasi. Dengan basis domestic murah. Strategi kami adalah energi murah tetapi subsidi tetap dapat di kurangi.”tutur Darmawan Prasojo di Warung Daun Cikini, Rabu, 31 Mei 2014.

55“Beralih menggunakan gas, tetapi tidak secara 100%. Minyak sawit dapat mengganti energy solar, sementara ethanol dapat menggantikan bahan bakar premium. Jika menggunakan gas, tidak perlu lagi memakai subsidi. Strateginya adalah bagaimana kita dapat menurunkan subsidi serta menurunkan harga energy sekitar 20%.”imbuhnya.

Menurutnya, dengan kebijakan itu, akan dapat memberikan ruang lebih untuk APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang akan dipakai untuk hal – hal lain, seperti penciptaan lapangan kerja baru ataupun pengurangan tingkat kemiskinan di Indonesia.

“Harga energi wajib terus ditekan. Dengan hal itu, inflasi tentu dapat lebih ditekan. Sehingga, daya beli masyarakat dapat menjadi jauh lebih baik dan akan menumbuhkan perekonomian yang jauh lebih baik. Ruang APBN juga akan dipakai untuk memperbaiki atau membangun infrastruktur.”terangnya.

Sebelumnya, capres PDI Perjuangan, Joko Widodo mengklaim dirinya tidak akan ragu untuk menghilangkan subsidi pada BBM. Joko Widodo menilai jika BBM subsidi tidak dapat dikurangi secara mendadak ataupun secara besar – besaran. Oleh karena itu, penaikan harga akan dilakukan dengan cara bertahap.

“Saya kira sekitar 4 tahunan, subsidi BBM tadi 4 tahun tetapi dengan cara bertahap. Terus berkurang selanjutnya menghilang.”

LEAVE A REPLY