Kabar Ekonomi Nasional – Harga Produk Makanan & Minuman Akan Melonjak Tahun Depan

0
248

Adhi S. Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia memprediksi jika harga pokok dari makanan serta minuman akan mengalami kenaikan di tahun depan. Kenaikan tersebut dilakukan lantaran terus meningkatnya harga bahan baku lantaran pelemahan nilai tukar dari rupiah. “Pada tahun depan mau ataupun tidak, kami wajib menaikan harga.”ungkap Adhi S. Lukman, Jumat, 25 September 2015, selepas acara diskusi di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal di Jakarta.

Adhi berkata jika masing-masing perusahaan sudah melakukan beberapa simulasi tentang pelemahan nilai tukar rupiah. Dia memprediksi industri makanan serta minuman dapat bertahan jika nilai tukar rupiah hingga 15.000 /dollar AS. “Hal itu sudah sangat maksimal. Dolar AS harus berada di bawah angka itu. Dan semoga pada tahun depan, kita dapat meninjau kembali harga.”ujar Adhi.

Meskipun memprediksi akan ada lonjakan harga pada produk makanan serta minuman pada tahun depan, Adhi berkata hal tersebut adalah kebijakan dari masing-masing perusahaan. Asosiasi tidak dapat mengatur hal itu. Tetapi dirinya yakin akan banyak perusahaan yang akan menaikan harga produknya sebab efek dari pelemahan nilai tukar rupiah yang semakin memperberat perusahaan karena bahan baku industri sebagian besar masih mengimpor.

Adhi memberi contoh bahan baku gula 100% masih harus impor. Begitu juga dengan terigu yang 100% impor, susu 70%, konsentrat buah 70% harus impor. Dengan situasi itu, kenaikan harga produk makanan-minuman semestinya sudah harus terjadi. Akan tetapi, hal itu tidak dapat dilakukan sebab saat ini daya beli dari masyarakat masih cukup lemah. Seandainya tidak dinaikan, situasi perusahaan akan semakin lemah.

Kementerian Perindustrian mencatat jika pertumbuhan industri makanan-minuman di triwulan 1 & 2 tahun 2015 masih sekitar 8%. Di tahun 2014 lalu, industri makanan-minuman memberikan kontribusi pada PDB sekitar Rp. 560, 62 T atau berkontribusi 29,95% pada PDB industri.

Adhi berkata semakin sederhananya izin ataupun deregulasi akan sangat membantu para pengusaha untuk bisa menekan biaya produksi. Sebagai contoh adalah penyederhanaan izin untuk melakukan impor bahan baku.

LEAVE A REPLY