Kabar Ekonomi – Industri Pelayaran Hadapi Tuntutan Untuk Membersihkan Emisi

0
1

Industri pelayaran global menghadapi tuntutan untuk mengikuti contoh industri mobil dan memotong emisi karbonnya. Komite lingkungan Organisasi Maritim Internasional yang melakukan pertemuan di London pada minggu ini untuk mencoba mendapatkan kesepakatan dalam rencana global untuk mengurangi tingkat emisi karbon.

Tanpa pembersihan, ada peringatan bahwa pengiriman bisa mencapai hampir seperlima dari emisi karbon pada tahun 2050 mendatang. Kapal kontainer yang menggunakan bahan bakar yang memiliki belerang lebih dari 3.500 kali daripada mesin diesel dari mobil.

Pengiriman internasional membawa sekitar 90 % perdagangan di seluruh dunia tetapi belum ada regulasi mengeni emisi karbon dalam pelayaran tersebut.

Hal ini, meskipun ada ketentuan di bawah Protokol Kyoto tahun 1997 yang memberi tanggung jawab untuk menangani emisi karbon dari bahan bakar transportasi laut ke Organisasi Maritim Internasional (IMO), divisi PBB yang bertanggung jawab untuk pelayaran global.

Ia telah mengusulkan pengurangan sebesasr 50 % emisi pada tahun 2050 mendatang, sebuah langkah yang didukung oleh Norwegia, tetapi hal tersebut diyakini masih tidak cukup jauh untuk negara-negara di kepulauan Pasifik tertentu yang paling terancam oleh naiknya permukaan laut.

Pertemuan pada hari Senin (9/2) dari Komite Perlindungan Lingkungan Laut (IMO) akan mendengar proposal bahwa emisi harus mendapatan pengurangan sebesar 70 % hingga 100 % pada saat itu.

Ada pertentangan yang terjadi terhadap hal ini dari Panama, Brasil dan negara-negara lain yang bergantung pada pendapatan dari biaya pengiriman, yang mengatakan ekonomi mereka bisa mendapatkan gangguan jika tindakan untuk mengurangi tingkat emisi karbon dianggap terlalu terburu-buru.

Pengiriman dengan menggunakan pelayaran mendapatkan pengecualian dari Perjanjian Paris tentang perubahan iklim. Christiana Figueres, mantan kepala perunding dari PBB tentang perubahan iklim dan arsitek Kesepakatan Paris, mengatakan kepada program BBC Radio 4’s Today bahwa beberapa negara telah mengambil tindakan atas tuntutan tersebut.

“Satu pengumuman yang sangat menarik yang dibuat minggu lalu berasal dari Korea Selatan, yang memesan lebih dari 200 kapal baru untuk armadanya. Ini 30 % lebih besar dan 30 % lebih efisien,” katanya. Kapal kontainer terbesar yang saat ini beroperasi membawa lebih dari 20.000 kontainer.

Namun, Figueres menunjukkan bahwa tidak semua negara akan memiliki akses ke keuangan untuk perubahan semacam itu, dan dana keuangan internasional harus dibentuk untuk membantu negara-negara yang kurang kaya.

LEAVE A REPLY