Kabar Capres Politik – Prabowo : Jokowi Khianati Janji

0
1058

Dalam pidatonya, Prabowo terus melancarkan serangan terhadap pencalonan yang dilakukan oleh Joko Widodo menjadi capers yang diusung oleh PDI Perjuangan. Prabowo menilai jika keputusan Megawati Soekarnoputeri telah mengkhianati kesepakatan yang telah disetujui oleh kedua tokoh tersebut pada 5 tahun lalu di Bogor. Prabowo mengingatkan pada para warga untuk tidak memilih Joko Widodo yang dinilai sebagai calon presiden boneka.

1 pekan sebelum Prabowo melakukan kampanye di Senayan, Habiburokhman selaku Kepala Bidang Advokasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gerindra meminta pihak pengadilan membatalkan pencalonan Joko Widodo sebagai calon presiden 2014.

Menurutnya, Jokowi masih belum menepati janji sebagai seorang Gubernur DKI Jakarta. Antara lain melakukan pembenahan sistem birokrasi, membangun mal untuk para pedagang asongan, ruang publik dan juga revitalisasi pasar tradisional, membangun kebudayaan warga dengan basis komuntitas.

Habiburukhman mengatakan jika Jokowi juga masih belum menunjukan kesuksesan menjadi seorang Gubernur di Jakarta. Tindakan Jokowi melupakan janji sewaktu dirinya berkampanya tentu bisa dikategorikan sebuah tindakan yang melanggar hukum.

Pasal yang telah dilanggar Jokowi adalah asas kepatutan yang telah diatur di Pasal 1365 Kitab Undang – Undang Hukum Perdata dan juga Pasal 110 ayat 2 UU Nomor 32 Tahun 2013 tentang masa jabatan dari kepada daerah.

Pengamat Komunikasi, Ade Armando memberikan penilaian jika marahnya Prabowo kepada PDI Perjuangan dan juga Joko Widodo karena selama ini dirinya berharap partai tersebut tidak akan mencalonkan Jokowi.

“Makanya dia terus memberikan tekanan. Dia kalap bukan karena telah dikhianati. Dia kalap karena pada saat ini peluangnya untuk menjadi presiden menjadi kecil.”ujar Ade Armando.

Ade memandang jika PDI Perjuangan telah lebih solid usai memajukan Jokowi menjadi calon presiden. Karena itu, kampanye negatif mulai dilontarkan oleh para lawan politiknya.

“Yang tengah terjadi pada saat ini adalah publikasi gratis kepada Jokowi. Yang kita tahu jika orang terzalimi di Indonesia dan dia juga orang yang baik, justru dia akan menjadi bertambah populer.”ungkapnya.

Politikus dari PDI Perjuangan, Pramono Anung menilai jika ejekan ataupun sindiran ketika kampanye adalah sebuah hal yang sah dan sangat wajar. Tetapi dirinya yakin jika semakin dilecehkan Jokowi, maka masyarakat justru semakin mencintainya.

“Semakin dijelekan, disindir, dienyek, saya percaya jika kecintaan publik terhadap sosok Jokowi justru akan tambah besar.”

LEAVE A REPLY