Kabar Bola Inggris – Ben Woodburn Catat Pencetak Gol Termuda

0
97

Liverpool berhasil lolos ke babak semi-final Piala Liga dengan rekor 17 kali dengan Ben Woodburn, pemain berusia 17 tahun juga masuk ke dalam buku rekor. Pemain Wales kategori U-19 tersebut berhasil mengalahkan rekor Michael Owen sebagao pencetak gol termuda dalam sejarah Liverpool ketika membantu Liverpool menutup kemenangan ketika melawan Leeds United.

Tim dari divisi Championship yang diasuh oleh Gary Monk tersebut sempat memberikan tekanan kepada Liverpool dan mencipatakan beberapa peluang yang lebih baik hingga Divock Origi muncul dengan sebuah gol yang barhasil masuk ke gawang yang di jaga oleh Marco Silvestri, yang merupakan gol kedua yang dia cetak dalam waktu dua hari, namun perhatian publik tertuju pada sosok pemain Wales kelahiran Inggris yang berhasil mencetak gol dari sembilan menit waktu tersisa yang membuat Liverpool lolos ke semi-final dan menempatkan Owen di posisi kedau dalam daftar pencetak gol termuda Liverpool.

Owenn kala itu berusia 17 tahun 143 hari  ketika dirinya berhasil mencaetak gol pertamanya pada saat melawan Wimbledon pada bulan Mei 1997 silam. Woodburn berhasil mengalahkan rekor tersebut dengan usia 17 tahun 98 hari dan dalam kasus lain seseorang tidak akan merasa cukup tua ketika Steven Gerrad membuat debut pertamanya untuk Liverpool sebelum pemain sayap itu lahir 18 tahun yang lalu di hari yang sama saat ini.

Sepotong kecil sejarah membautnya jauh lebih menyenangkan menurut Klopp, namun hingga Origi dan Woodburn berhasil mencetak gol dalam lima menit tersebut sempat membuat gugup, di mana Liverpool sendiri tengah dilanda badai cedera para pemainnya.

Berbeda dengan Klopp yang menunjukkan delapan perubahan, Monk membuat empat perubahan dari tim ketika mereka berhasil mengalahkan Rotherham pada hari Sabtu (25/11) kemarin dan tetap menunjukkan kinerja yang cukup meyakinkan. Leeds berhasil mengatasi pertahanan Liverpool ketika setiap kali mereka melakukan serangan.

“Kami meminta mereka untuk bermain dengan cara yang sedikit berbeda dan mereka melakukannya. Satu-satunya hal yang kurang adalah kami tidak berhasil memaksimalkan satu peluang kami. Kurangnya ketenangan dan kurang beruntunnya kami dalam pertandingan tersebut, jika kami lebih tenang, mungkin kami akan mendapatkan hasil yang berbeda dan mungkin lebih baik,” kata Monk.

LEAVE A REPLY