Kabar Bisnis Baru – Belajar Dari Bandung, Jokowi Siap Bangun Smart City

0
562

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi telah melakukan penandatangan memorandum of understanding atau MoU dengan ITB Institut Teknologi Bandung tentang smart city. Tetapi sebelumnya dirinya juga menyempatkan diri untuk bertemu dengan Ridwan Kamil, Walikota Bandung.

Joko Widodo mengatakan sudah kenal Ridwan Kamil sejak 9 tahun yang lalu. Bahkan dirinya mengaku kerap bertemu dengan Ridwan Kamil di Jakarta, Solo dan sejumlah tempat – tempat yang lain. Sebab pada sebelumnya Ridwan Kamil adalah sosok konsultan dibidang perkotaan.

“Pada saat itu pak Ridwan Kamil adalah seorang konsultan perkotaan, oleh sebab itu pak Ridwan Kamil kerap memberikan beberapa masukan tentang urban planing di Solo.”terang Joko Widodo ketika ditemui wartawan di Balai Kota Bandung, 17 April 2014.

Pada kesempatan kali ini, Joko Widodo tidak hanya sekedar berkunjung biasa saja. Karena dirinya juga belajar tentang beberapa hal penting di Bandung. Akan tetapi yang menjadi perhatian khusus Joko Widodo adalah tentang adanya rencana yang dibuat Bandung untuk membangun sebuah smart city yang akan diberinama Teknopolis.

“Belajar semua. Semua yang kita anggap baik tentu akan kita ambil. Tetapi ada satu yang sangat penting yaitu tentang Bandung Tenopolis yang akan membangun sebuah silicon valley di Indonesia. Saya kira tentu akan menjadi bagus sekali. Intinya ingin membuat sebuah kota baru yang akan secara khusus mengenai e-city.”terang Joko Widodo.

Ketertarikan Joko Widodo terhadap Teknopolis tentu sudah sangat beralasan kuat. Karena Pemerintahan Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta telah melakukan sebuah kesepakatan awal dengan PT Foxcoon. Sehingga kerjasama Pemprov DKI Jakara bersama dengan Foxcaoon dapat melibatkan Pemkot atau Pemerintahan Kota Bandung, terutama pada pembagian SDM atau Sumber Daya Manusia.

“Soalnya kita kan juga sudah menyetujui kesepakatan awal dengan Foxconn. Nah jika nanti dikoneksikan tentu akan menjadi lebih bagus. Mungkin di Jakarta nanti apanya, kemudian di Bandung apanya. Karena dari segi Sumber Daya Manusia yang terdapat di 2 kota ini memiliki kemampuan yang cukup, khususnya dalam bidang e-city.”

LEAVE A REPLY