Kabar Baru Politik – Ngetop, Jokowi Pun Masih Punya Kelemahan

0
678

Memang tak dapat dipungkiri bahwa dalam berbagai macam survei perihal capres 2014 yang menempatkan Jokowi menjadi nama terpopuler. Di sis lain, banyak pula yang tidak menyadari bahwa Jokowi hanya jago pada tingkat kepemimpinan yang mengurus tingkat daerah saja.

Tidak ada track record kepemimpinan dalam tingkat nasional, contoh seperti rekam jejak milik Jusuf Kalla ataupun Hatta Rajasa. Emrus Sihombing, seorang pakar dalam Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan, menilai bahwa Joko Widodo (Jokowi) merupakan bakal capres yang tak sempurna. Pengalaman dari Jokowi hanya sebatas memimpin daerah serta belumlah mencakup pada skala lebih besar.

Sebagai sosok Gubernur dari DKI Jakarta, lanjut Emrus, prestasi dari Jokowi yaitu mampu membenahi beberapa pasar maupun permukiman, dan melaksanakan sejumlah terobosan pada birokrasi. Tetapi, ada pula tugas yang lebih berat menantinya serrta harus disiapkan segera jika Jokowi memang jadi presiden. “Jokowi itu baru jagoan daerah. Dibanding dengan tugas seorang presiden, itu tak terlalu sulit sebab hanya butuh meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat serta melayani publik,” terang Emrus, Senin (31/3/2014) malam. Sedangkan untuk tugas presiden, lebih besar sebab mencakup area lebih luas.

Selain halnya harus meningkatkan kesejahteraan serta layani masyarakat, jelas Emrus, presiden juga wajib mempunyai keahlian mengelola konflik di politik nasional. “Nah, di sini Jokowi masih belum cukup berpengalaman. Contoh bagaimana cara mengatasi separatis di Papua, ataupun mungkin juga di Aceh,” terangnya. Maka dari itu, lanjutnya, Jokowi juga harus berani untuk akui kekurangannya serta berusaha untuk melengkapinya dengan mencari pendamping berpengalaman. Publik pun dimintanya agar obyektif serta berani untuk mengkritik agar menjadi bahan evaluasi pada Jokowi.

“Ketidaksempurnaan dari Jokowi wajib ditutup cawapres yang berkompeten. Jangan mendikotomikan pada militer ataupun sipil, siapapun bisa saja yang terpenting sanggup menutup kekurangan dari Jokowi,” ditegaskannya. Seperti yang diketahui, usai menerima mandat oleh Ketum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Jokowi segera bergerak tampil menjadi bakal capres pada beberapa daerah. Terkait calon pendamping dari Jokowi pada Pilpres nanti, pihak PDI-P baru bisa memutuskan usai hasil dari pileg diketahui serta tidak menutup kemungkinan adanya berkoalisi.

LEAVE A REPLY