Kabar Baru Politik – Efek Jokowi Tidak Sehebat Fenomena Sosok SBY

0
782

Mendapatkan mandat dari Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kepada Jokowi untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2014, ternyata tidak dapat mendongkrak perolehan suara partai berlambang banteng bermoncong putih PDI Perjuangan. Daril hasil perhitungan cepat sementara saat ini, PDI Perjuangan hanya mampu meraih 19,5% suara, jauh dari perolehan suara yang sudah ditargetkan oleh partai yaitu 27% suara.

Pendirian Lingkar Survei Indonesia atau LSI, Denny JA mengatakan jika efek Joko Widodo ternyata tidak bertahan lama dalam hal mendongkrak perolehan suara dari PDI Perjuangan. Terbukti, perkembangan suara dari PDI Perjuangan setelah Joko Widodo mendeklarasikan diri untuk maju sebaga calon presiden hanya sekitar 3% saja.

“Ini era Joko Widodo mengalami penurunan. Dan terbukti, untuk kali pertama suara Joko Widodo menurun.”ujar Denny, di Kantor Lingkar Survei Indonesia atau LSI, Rawangmangun, Jakarta Timur, Rabu 9 April 2014.

Denny JA beranggapan jika penurunan elektabilitas yang dimiliki oleh Jokowi terjadi pada Maret 2014 ketika Gubernur DKI Jakarta ini mendeklarasikan diri siap maju sebagai Calon Presiden dari partai PDI Perjuangan. Sejak pada saat itu, opini publik terhadap sosok Joko Widodo pun mulai berubah, sehingga kerap menimbulkan sebuah kampanye minor.

“Terdapat 2 faktor, Joko Widodo dinilai telah ingkar janji dan juga ada videonya. Kedua adalah kasus pengadaan bus trans Jakarta. Jadi efek kehadiran Joko Widodo tidak terlalu besar.  Efeknya menurun sebab kampanye negatif. Dan baru kali pertama suara yang diperoleh Jokowi mengalami penurunan.”terangnya.

Lebih lanjut dia juga mengatakan, fenomena sosok Joko Widodo terlihat sangat berbeda dengan sosok SBY beberapa tahun yang lalu. Jika April 2009 lalu SBY sukses meraih suara lebih dari 60%. Sementara Jokowi pada April 2014 ini hanya dapat meraih 40%.

“Maka dulu saya berani mengatakan SBY hanya 1 putaran saja. Jika Joko Widodo saya masih belum berani berkata akan satu putaran ataupun tidak.”

Menurut Denny, fenomen Jokowi kian menandakan jika opini rakyat yang suka terhadap satu tokoh tidak dapat bertahan seumur hidup.”Dahulu orang sangat senang dengan sosok SBY, dan saat ini pun turun. Sama halnya dengan yang dialami Jokowi saat ini.”terangnya.

LEAVE A REPLY