Kabar Baru Nasional – Kakak Corby Gantikan Sesi Wawancara Di Siaran Australia

0
608

Hikmahanto Yuwana, seorang pengamat hukum internasional di Universitas Indonesia, menganggap bahwa Schapelle Leigh Corby tidak bisa mensyukuri sikap “keramahan” dari hukum Indonesia. hal ini terbukti dengan meskipun ia tak jadi tampil pada siaran sebuah stasiun televisi Australia, akan tetapi sang kakak lah yakni Mercedes Corby, telah menggantikan dirinya pada sesi wawancara bersama Channel Seven tersebut. “Suara serta persepsi Corby keluar melalui tutur sang kakak,” jelas Hikmahanto ketika dihubungi wartawan, hari Selasa, 4 Maret 2014.

Dan hasilnya, isi dalam wawancara itu sama halnya dengan Corby sendiri yang bercerita. Dan Hikmahanto pun lalu menilai bahwa Corby secara tak langsung telah melanggar larangan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin agar dirinya tidak keluar dalam pemberitaan apa pun itu. “Perbuatannya itu menandakan bahwa ia tak sanggup berterima kasih atas ‘keramahan’ dari hukum Indonesia,” ditegaskan Hikmahanto.

Betapa tidak, ratu ganja ini telah diberikan grasi 5 tahun dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu Corby pun sudah mendapatkan remisi tahunan oleh pemerintah. Dan terakhir, ia juga mendapatkan bebas bersyarat oleh Menteri Amir. “dan ini artinya, Corby telah berani mengambil resikonya sendiri,” jelasnya lagi. Atas hal ini, Hikmahanto pun kemudian meminta agar Menteri Hukum dan HAM agar segera mengambil tindakan tegas. Sebab sudah tidak waktunya lagi untuk memberikan “keramahan” terhadap Corby. “Menkumham pun harus mencabut status pembebasan bersyarat serta mengembalikan Corby menuju LP Kerobokan.”

Diberitakan sebelumnya bahwa kakak kandung dari Corby berbicara pada televisi Australia tentang temuan ganja pada tas adiknya yang lalu menjebloskannya adiknya itu dalam penjara. Pada wawancara itu, sang kakak telah menepis rumor bahwa almarhum ayahnya ada hubungan terkait temuan ganja seberat 4 kilogram dalam tas milik adiknya itu. Mercedes juga merasa bahwa media sudah memojokkan keluarganya. Ia juga menilai bahwa apabila ayahnya itupun masih hidup serta bersaksi, pihak media juga tak akan mau memberinya kesempatan. Kita tunggu saja perkembangan kasus ini kemudian.

LEAVE A REPLY