Kabar Baru Internasional – Gempa 7,1 Skala Richter Guncang Papua Nugini.

0
524

Diketahui bahwa pihak Badan Geologi Amerika Serikat menyatakan, sebuah gempa tercatat telah terjadi pada kedalaman 50 kilometer serta berjarak kurang lebih 52 kilometer dari garis kota Panguna yang ada di pulau Bougainville, wilayah Papua Nugini. Kemudian ada lagi sebuah gempa susulan yang tercatat sebesar 6,7 SR juga terjadi tidak berselang lama usai gempa pertama dirasakan oleh warga sekitar.

“Guncangan dari gempa bisa dirasakan pada seluruh bagian dari pulau, serta ada pula kemungkinan akan timbulnya kerusakan,” terang David Jepsen yang berasal dari Geoscience Australia. Penduduk yang tinggal di kota Buka, tepatnya pada bagian utara dari pulau, serta di kota Buin, yang ada di bagian selatan pulau, turut melaporkan juga bahwa mereka memang benar merasakan adanya guncangan dari gempa tersebut.

Pihak wartawan setempat juga ada yang melaporkan terkait adanya dua buah bangunan tangki air yang mengalami kerusakan dari sekitar kota Buin. Diberitakan hingga hari Jumat, 11 April kemarin malam dari waktu Australia, masih belum ada laporan trkait jumlah dari korban maupun bangunan dan infrastruktur yang mengalami rusak parah.

Gempa tersebut dikeahui berpotensi menimbulkan tsunami. Dari Sistem Koordinasi Bencana Global sedianya telah memberikan pengumuman serta peringatan tentang adanya tsunami kecil yang memiliki ketinggian maksimal mencapai 40 sentimeter, menyusul gempa yang pertama terjadi. Di sisi lain, pihak Pusat Peringatan Tsunami Dini yang berpusat di Hawaii menyebutkan bahwa gempa tersebut tidak akan menyebabkan adanya dampak tsunami yang parah pada lautan Pasifik. Sementara itu, pihak Geoscience Australia diwakili David Jepsen memprediksi akan terjadinya tsunami lokal pada wilayah Papua Nugini.

Lebih jauh ia juga mengatakan bahwa kedalaman dari gempa memang masih belum bisa terdeteksi dengan akurat selain sekedar informasi yang menyatakan bahwa guncangan kegempaan yang terjadi pada kedalaman 50 km. “Apabila gempa tersebut terjadi cukup dangkal, contohnya pada kedalaman 10 kilometer saja di bawah, maka potensi lanjut yang mungkin terjadi akan lebih mengacu ke tsunami lokal,” terangnya.

LEAVE A REPLY