Skip to content
Kabaraku
Menu
  • Home
  • Nasional
  • Berita Bola
  • Selebriti
  • Mancanegara
  • Kesehatan
Menu

Jelang Pilkada 2024, Kapolda Bali Kumpulkan Pecalang

Posted on 22/09/2024

Nasional – Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya mengumpulkan pecalang atau pengaman desa adat dalam rangka mendukung pengamanan Pilkada 2024 di Denpasar.

Kehidupan masyarakat di Bali, kata Kapolda Bali, diatur dalam dua peraturan, yaitu peraturan desa dinas yang mengatur terkait dengan kehidupan dan administrasi pemerintahan desa secara nasional, dan peraturan desa adat yang mengatur kehidupan masyarakat dari sudut pandang adat istiadat dan tradisi setempat.

Irjen Daniel Adityajaya mengatakan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali mengatur pengaman desa adat ini.

Berdasarkan perda tersebut, pecalang memiliki peran strategis membantu dan mendukung tugas-tugas kepolisian seperti pengamanan acara keagamaan, kegiatan masyarakat, pengamanan event bertaraf nasional hingga internasional serta penanganan pandemi COVID-19 berbasis desa adat yang cukup sukses dan mendapat berbagai apresiasi dari pemerintah.

Sebagai aparat keamanan desa, kata dia, seorang pecalang harus mempunyai sikap yang baik dan mampu menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

Kapolda meminta pecalang menghindari sikap arogan maupun terlibat dalam pelanggaran dan tindak pidana.

Seorang pecalang, lanjut dia, juga harus memiliki kepekaaan serta pemahaman situasi dan kondisi wilayah yang baik.

“Sesuai dengan artinya, pecalang berasal dari kata ‘celang’ yang artinya waspada. Saya berharap pecalang menjadi benteng pertahanan dan keamanan yang mumpuni di setiap desa atau banjar masing-masing,” kata Kapolda Bali.

Ia menjelaskan tugas pecalang merupakan tugas dan pengabdian yang mulia kepada desa adat.

Karena itu, dia berharap pecalang dapat melaksanakan tugas dengan dedikasi dan tanggung jawab yang baik serta kompak dan semangat dalam melaksanakan tugas.

Kapolda juga mengharapkan pecalang dapat berperan aktif dalam menjaga suasana harmonis dalam masyarakat.

“Jangan mudah terpengaruh ajakan untuk memprovokasi maupun menghasut masyarakat untuk memenangkan paslon tertentu dengan jalan yang bertentangan dengan hukum,” katanya dikutip ANTARA.

Pada era digital seperti sekarang ini, kata Kapolda, pecalang juga harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dengan terus beradaptasi dan berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan adat istiadat setempat, saling bahu-membahu dan menjalin komunikasi serta kerja sama yang baik dengan anggota Polri, TNI, pemda, dan pemangku kepentingan lainnya.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor By :

Berita Terkini :

  • Polisi Meringkus 3 Terduga Pelaku Pembakaran Rumah Dalam Bentrokan Pemuda Tallo 24/11/2025
  • Polda Metro Jaya Bakal Periksa Pria yang Ngaku Anak Anggota Propam Polda Saat Mobilnya Hendak Ditarik DC 23/11/2025
  • Polisi Akan Lakukan Tes DNA Kerangka Diduga Alvaro, Bocah 6 Tahun yang Hilang Sejak Maret 23/11/2025
  • Hasil La Liga : Tren Negatif Belum Berakhir, Real Madrid Main Imbang 0-0 Di Kandang Elche 23/11/2025
  • Wisata Gunung Bromo Tetap Dibuka untuk Umum Meski Semeru Sedang Erupsi 23/11/2025
  • Eddie Howe Full Senyum Usai Newcastle Berhasil Kalahkan Manchester City 23/11/2025
  • Barcelona Memang Layak Pesta Gol ke Gawang Athletic Bilbao Karena Tampil Dominan Sejak Awal 23/11/2025
  • Dibantai Nottingham Forest, Virgil van Dijk Ngamuk Dan Kritik Keras Permainan Liverpool 23/11/2025
  • Spalletti Berikan Pujian Buat Kenan Yildiz: Dia Pemecah Kebuntuan Juventus! 22/11/2025
  • Polda Metro Jaya Ungkap Modus Begal Berkedok Hubungan Asmara Di Jatiasih, 5 Pelaku Diringkus 22/11/2025
©2025 Kabaraku | Design: Slot Gacor Indonesia