Internasional Terbaru – Serangan Udara Tewaskan Pengembang Senjata Kimia ISIS Irak

0
639

Aksi serangan udara militer Amerika Serikat beserta koalisi internasional berhasil menewaskan ahli senjata kimia milik kelompok ISIS pada wilayah Irak. Ahli tersebut sempat bekerja pada mendiang eks presiden Irak yang terkenal, Saddam Hussein. Serangan yang terjadi di dekat kawasan kota Mosul tersebut menewaskan Abu Malik, sosok yang atas pelatihan yang pernah dijalaninya, kelompok ISIS dapat berusaha mengembangkan kemampuan senjata kimia mereka.

Malik juga sempat bekerja pada proyek produksi senjata kimia pada rezim Saddam lalu juga bergabung pada jaringan teroris Al-Qaeda pada kawasan Irak di tahun 2005 silam, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk bergabung bersama ISIS. Seperti disampaikan oleh pihak Komando Pusat AS dan dilansir oleh kantor berita AFP, pada Sabtu (31/1/2015). “Tewasnya sang ahli tersebut diharapkan dapat melemahkan untuk sementara serta mengganggu jaringan teroris tersebut serta menghilangkan kemampuan pihak ISIL dalam upayanya menciptakan serta memakai senjata kimia kepada rakyat yang tidak bersalah,” demikian bunyi pernyataan dari Pusat Komando AS. ISIL dan IS adalah nama lain bagi ISIS.

Hingga sejauh ini masih belum ada pertanda yang membukikan bahwa kelompok ISIS mempunyai simpanan jenis senjata kimia. Tetapi sempat beredar rumor bahwa kalangan jihadis ISIS sudah memakai gas chlorine, walau tak begitu mematikan jika dibandingkan dengan gas saraf. Salah seorang pejabat pertahanan juga mengatakan bahwa, Abu Malik sudah terlibat pada operasi guna memproduksi senjata kimia di tahun 2005 silam, serta sempat turut merencanakan sejumlah serangan pada wilayah Mosul bersama Al-Qaeda Irak. Sosok Abu Malik tersebut juga dikenal dengan nama lain Salih Jasim Mohammed Falah al-Sabawi.

“Berdasar pelatihan serta pengalaman yang dimilikinya, ia dianggap sanggup membuat agen-agen kimia berbahaya lagi mematikan,” kata pejabat yang tak disebutkan namanya tersebut. “Kami mengetahui bahwa ISIL berupaya untuk memiliki kemampuan dalam senjata kimia, tetapi kami juga tidak memiliki konfirmasi definitif yang menyatakan bahwa ISIL saat ini mempuyai senjata kimia,” pungkasnya. Namun jika benar Abu Malik tersebut sudahmengembangkan senjata kimia bagi ISIS, maka hal ini menjadi lebih beresiko lagi terhadap keamanan warga sipil.

LEAVE A REPLY