Internasional – Serangan Udara Di Mosul Berdampak Korban Sipil

0
100

Serangan udara dari pasukan koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk melawan ISIS di dekat Mosul menghantam sebuah van di tempat parkir sebuah rumah sakit. Pihak militer Amerika Serikat mengatakan pada hari Kamis (29/12) bahwa ada kemungkinan dalam seranga tersebut telah menimbulkan tewasnya warga sipil di sekitar target.

Pasukan gabungan Joint Strike Force mengatakan dalam sebuah pernyataan bawhwa kendaraan van tersebut diyakini bermuatan dengan para pejuang ISIS yang menjadi target serangan dan telah dihantam melalui serangan udara.

“Kendaraan berjenis van tersebut  berada dalam daerah yang merupakan lahan area parkir dari rumah sakit, yang kemungkinan besar serangan udara tersebut telah mengakibatkan korban sipil,” katanya.

Pada awal bulan ini, Amerika Serikat telah mengatakan bahwa mereka menargetkan kompleks sebuah rumah sakit di Mosul yang digunakan sebagai basis dari pejuang ISIS. Dalam dua tahun terakhir serangan udara Amerika Serikat, pesawat jet Rusia dan Arab telah menyerang rumah sakit di Afghanistan, Suriah, Yaman dan Irak dan telah menyebabkan banyak korban sipil.

Pertempuran tersebut berlanjut di Mosul bagian timur pada hari Kamis (29/12) kemarin, di mana sebagian pasukan Irak yang mendapatkan dukungan serangan udara dan senjata artileri dari Amerika Serikat telah memecahkan peperangan setelah sempat dua minggu mengalami jeda, dengan pertempuran yang berkombinasi.

Pasukan Elit Khusu telah berhasil menekan lebih ke dalam ke wilayah Karama dan Quds, sementara oasukan tentara dan kepolisian federal selangkah lebih maju menuju ke area Intisar, Salam dan Sumor. Asap tebal telah membumbung tinggi diatas kota tersebut akibat dari ledakan yang mengguncang kota tersebut. Suara senapan mesin dan senjata berat lainnya terdengar menggema mengisi ruas-ruas jalan-jalanan kota.

Pasukan Irak sendiri mengalami kesulitan untuk semakin menekan lebih dalam ke kota, setelah mendapatkan perlawanan sengit dari pejuang ISIS, ditambah dengan masih banyaknya warga sipil yang terperangkap di dalam rumah mereka.Cuaca buruk yang melanda kota terbesar kedua di Irak tersebut semakin mempersulit pasukan Irak dan koalisi untuk mengusai secara penuh kota Mosul.

Pertempuran untuk mengambil alih Mosul dari kekuasaan ISIS tersebut merupakan operasi terbesar Irak sejak diinvasi ole pasukan koalisi militer yang dipimpin Amerika Serikat pada tahun 2003 silam.

LEAVE A REPLY