Internasional – Ratusan Penumpang Pesawat Terlantar Di Dubai

0
88

Rarusan penumpang pesawat maskapai Qantas Airlines akan menghabiskan malam tahun baru terlantar di Dubai. Hal ini terjadi setelah jadwal keberangkatan mereka menuju ke Sydney harus tertunda selama lebih dari 20 jam.

Petugas mekanik pesawat di Dubai tengah bekerja pada pesawat berjenis A380 ketika para penumpang telah mendapatkan tempat penginapan di sebuah hotel, sementara para mekanik telah berupaya untuk membetulkan pesawat untuk memastika kapan para penumpang akan terbang ke Australia.

Penerbangan lainnya di Bandara Internasional Dubai, yang merupakan bandara tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional, telah tertunda akibat kabut tebal. Pusat Nasional UEA Meteorologi dan Seismologo mengeluarkan peringatan kabut pada hari Sabtu (31/12) pagi waktu setempat, dan mengatakan bahwa tingkat visibilitas telah turun di bawah 100 meter di sebagian besar wilayah.

Kelembapan yang tinggi dan jatuh nya suhu temperatur sekitar telah menyebabkan kabut turun secara musiman di sepanjang pantai di semenanjung Arab. Mengaburkan penglihatan yang mengamcam akan merusak pesta kembang api di Burj Khalifa, bangunan tertinggi di dunia dengan ketinggian 828 meter, yang di harapkan dapat menarik ratusan ribu orang pada malam pergantian tahun.

Beberapa penumpang Qantas telah menyatakan rasa frustasi mereka atas penundaan jadwal keberangkatan mereka melalui media sosial.

“Saya telah mengalami penundaan selama 8 jam di bandara Dubai. Anda mengirimkan orang yang tertunda oleh pesawat anda ke pesawat saya, dan sekarang saya terlantar,” kata Mia Parkes-Talbot yang memposting tulisannya pada halama Facebook maskapai dari Dubai pada hari Jumat (30/12) malam waktu setempat.

“Saya sangat ingin kembali pulang dan merayakan pesta tahun baru bersama dengan keluarga, teman-teman dan anjing saya. Tolong bawa saya pulang sekarang! Tolong bawa saya pulang sebelum saya harus menghabiskan momen pertama saya di tahun 2017 di hotel bandara,” tambanya.

“Anda menempatkan kami disebuah hotel yang indah, tapi kami tidak tahu kapan kami akan berangkat pada esok hari, Jam berapa kami harus mengatur alarm kami, membantu dan berkomunikasi akan menjadi sesuatu yang bagus, terima kasih,” kata Rob Voase yang juga merupakan salah satu penumpang yang terlantar.

LEAVE A REPLY