Internasional – Presiden Korsel Minta 10 Anak Buahnya Mundur

0
139

Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye telah memerintahkan kepada 10 pejabat sekretarisnya untuk mengundurkan diri. Hal ini dilakukan setelah membiarkan kolega dan anak perempuannya dari sekte agama yang ikut mencampuri urusan negara.

Pengumuman yang dikeluarkan dari kantor Park pada malam di mana terjadi protes anti-pemerintah besar-besaran yang telah direncanakan akan digelar di Seoul pada hari Sabtu (29/10) atas sebuah skandal yang kemungkinan membuat penurunan kepopularitasan presiden menjelang pemilu yang akan diadakan pada tahun depan.

Presiden sendiri tengah menghadapai rencana pemanggilan untuk melakukan perombakan, setelah pada hari Selasa (25/10) kemarin dirinya mengakui telah memberikan Choi Soon-sil sebuah draft pidato untuk diedit. Dia telah melakukan permohonan maafnya melalui televisi yang kemudian memicu kritikan besar tentang kesalahan dirinya dalam urusan informasi negara dan gaya kepemimpinan yang cenderung berat sebelah dan kurang transparan.

Ada spekulasi dari media Korea Selatan yang meyakini bahaw Choi yang bukan merupakan seorang yang bekerja di pemerintahan ini ikut campur dalam keputusan yang diambil oleh negara tentang personil dan kebijakan serta mengeksploitasi hubungan dirinya dengan presiden untuk menyalahgunakan dana dari organisasi nirlaba.

Kekisruahan ini dipicu oleh laporan pada hari Minggu (23/10) kemarin tentang peringkat persetujuan Park yang mencatatkan rekor terendah selama presiden tersebut memimpin Korea Selatan, bahkan Partai Keadialan yang merupakan kelompok minoritas di parlemen telah menyerukan agar presiden tersebut mengundurkan diri dari jabatannya.

Dalam beberapa hari terakhir, pengadilan telah memperluas penyelidikan mereka dengan melakukan penggeledahan rumah dan kantor milik Choi beserta rekan-rekannya termasuk kantor dua yayasan nirlaba yang dikendalikan olehnya.

Sejumlah pejabat sekretaris yang dimintai untuk mengundurkan diri adalah Woo byung-woo, seorang sekretaris senior untuk urusan sipil, dan Ahn Jong-bom, sekretaris senior untuk urusan ekonomi, serta Lee Wong-jong, kepala staf dari Park yang telah mengajukan pengunduran dirinya pada hari Rabu (26/10) kemarin.

Woo sendiri telah dinyatakan bersalah karena dianggap gagal mencegah Choi untuk ikut mempengaruhi urusan negara dan juga telah terlibat dalam dugaan tindakan korupsi yang ditujukan kepada anggota keluarga lainnya.

LEAVE A REPLY