Internasional – Bom Truk Meledak di Dekat Hotel di Ibukota Somalia

0
145

Sebuah truk yang bermuatan bom meledak di area luar sebuah hotel di ibukota Somalia, Mogadishu. Insiden ledakan bom ini menewaskan 22 orang di daerah yang sangat aman yang berada di dekat istana kepresidenan Somalia. Seorang wartawan dari BBC, mengatakan bahwa beberapa politisi negara tersebut telah menjadi korban luka luka atas insiden tersebut .

Kelompok ekstrimis Islam al-Shabab, yang berafiliasi dengan kelompok militan al-Qaeda telah mengklaim sebagai dalang dibalik serangan bom tersebut. Ledakan yang terjadi di Hotel Somali Youth League (SYL) ini adalah tempat yang populer bagi para pejabat pemerintah untuk mengadakan pertemuan Yang telah menjadi target oleh para militan sebelumnya.

Sebuah konferensi keamanan sedang berlangsung di hotel tersebut pada hari Selasa (30/8) pagi, pada saat ledakan yang berasal dari truk yang bermuatan bom itu terjadi.

“Pasukan keamanan berusaha menghentikan laju truk milik pengebom yang melewati jalur belakang sebelum kemudian melesat melewati pos pemeriksaan di dekat istana presiden dan kemudian meledakkan bom di luar Hotel Somali Youth League,” kata Perwira Polisi berpangkat Kolonel, Ali Nur seperti yang dikutip oleh kantor berita Associated Press.

Wartawan dari BBC, Ibrahim Aden yang berada di Mogadishu mengatakan bahwa beberapa pejabat dan wartawan adalah beberapa orang yang mengalami luka luka dan sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit Medina di pusat kota.

Kepala layanan ambulans, Dr. Abdulkadir Haji Aden mengatakan kepada BBC bahwa dipastikan 22 orang tewas dalam sebuah ledakan di hotel tersebut dan lebih dari 30 orang lainya terluka, dimana diantara korban adalah politisi dan para jurnalis.

Al-Shabab yang berusaha berjuang untuk menggulingkan pemerintahan sekarang yang didukung oleh PBB ini berusaha untuk mendirikan negara Islam di Shomalia. Kelompok itu sempat dipaksa keluar dari Mogadishu lima tahun yang lalu oleh Uni Afrika dan pasukan pemerintahan Simalia, tetapi mereka terus melakukan serangan dengan melakukan pembomnan di kota.

Kelompok ini mulai meningkatkan intensitas serangan mereka menjelang pemilu yang telah direncanakan oleh pemerintahan Somalia, dengan Presiden yang akan dipilih oleh anggota parlemen pada bulan Oktober mendatang.

LEAVE A REPLY