Internasional – Bom Bunuh Diri Meledak di Kedutaan China di Kyrgyzstan

0
116

Otoritas pemerintahan Kyrgyzstan mengatakan bahwa sebuah mobil yang dikendarai oleh seorang pelaku bom bunuh diri meledak. Setelah menabrakan mobil yang dikendarai oleh pelaku ke pintu gerbang kedutaan China di ibukota Kyrgyzstan, Bishkek.

Wakil Perdana Menteri Zhenish razakov mengatakan bahwa, ledakan ini menewaskan pelaku bom bunuh diri dan melukai tiga karyawan kedutaan, yang keseluruhannya adalah warga negara Kyrgyzstan.

Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataannya telah mengutuk insiden serangan bom bunuh diri ini sebagai perbuatan ekstrim dan terkutuk. Belum ada pihak yang mengklaim berada di belakang insiden bom bunuh diri di kedutaan mereka.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan bahwa mereka menuntut pemerintahan Kyrgyzstan untuk melakukan segala upaya yang diperlukan untuk menjamin keamanan lembaga milik China dan warganya di Kyrgyzstan. Ia juga menuntut pemerintahan Kyrgyzstan untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengetahui insiden tersebut dan menangkap serta menghukum para pelaku.

Sebuah kendaraan dilaporkan menabrak gerbang dan kemudian meledak di dekat kediaman Duta Besar China. Ledakan bom itu hanya mengakibatkan korban tewas dari pihak pelaku sendiri, dan tiga korban terluka lainnya adalah dua orang tukang kebun kedutaan yang berusia 17 tahun dan seorang wanita yang masih belum teridentifikasi.

Kepala keamanan di kedutaan besar China mengatakan kepada kantor berita AKIpress bahwa tidak ada warganya yang menjadi korban atas insiden tersebut. Karyawan kedutaan yang berasal dari China dan staf kedutaan besar Amerika Serikat yang berada di dekat lokasi kejadian segera dievakuasi setelah ledakan tersebut.

Para petugas keamanan Kyrgyzstan telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan atas insiden yang terjadi sehari sebelum perayaan Hari Kemerdekaan Kyrgyzstan.

Pihak otoritas Kyrgyzstan sendiri sempat melakukan beberepa operasi anti terorisme di ibukota, Bishkek pada tahun 2015 silam. Para pejabat setempat sendiri meyakini bahwa sekitar 500 warganya telah bergabung dengan kelompok militan ISIS di Suriah dan Irak.

Salah satu dari tiga orang pelaku serangan di bandara Ataturk di Istanbul pada bulan Juni kemarin diidentifikasi sebagai warga Kyrgyzstan. Serangan yang menggunakan pistol dan bom bunuh diri ini mengakibatkan 44 warga sipil tewas dan 240 orang lainnya mengalami luka luka.

LEAVE A REPLY