Internasional – 12 Tentara Tewas Dalam Pertempuran Melawan Abu Sayyaf

0
176

Pihak militer Filipina melaporkan bahwa setidaknya 12 tentara mereka telah tewas dalam baku tembak dengan kelompok militan Abu Sayyaf pada hari Senin (29/8). Hal ini menjadi insiden paling mematikan bagi pasukan Filipina sejak Presiden Rodrigo Duterte terpilih sejak bulan Mei yang lalu.

Abu Sayyaf adalah salah satu kelompok militan terkecil dan paling kejam di Filipina Selatan. Kelompok ekstrimis ini terkenal dengan penculikan dan tindakan penyerangan terhdap warga sipil dan tentara Filipina.

Seorang juru bicara militer Filipina seperti yang dikutip dari Inquirer.net mengatakan bahwa tentara militer yang tewas saat melawan sekitar 70 anggota pejuang Abu Sayyaf di dekat kota Barangay Maligaya bagian selatan. Setidaknya lima personil tentara terluka dalam pertempuran yang terjadi pada hari Senin (29/8).

Presiden Duterte memerintahkan pasukan militernya untuk memberantas kelompok militan Abu Sayyaf pada pekan lalu setelah seorang warga di culik kemudian dipenggal karena keluarganya terlalu miskin untuk membayar tebusan yang diminta.

Pejabat setempat mengatakan bahwa kerugian yang dialami pihak militernya pada Senin (29/) kemarin setelah berhasil menewaskan sekitar 21 militan bersenjata dari kubu Abu Sayyaf, termasuk seorang komandan yang cukup berpengaruh pada hari Jumat (26/8) dan Sabtu (27/8) kemarin, yang dipicu oleh pemenggalan kepala.

Sebelumnya pada hari Minggu (28/8) kemarin, delapan anggota kelompok militan yang diduga terkait dengan ISIS ini berhasil meloloskan diri dari penjara setelah sebuah penyerangan di penjara Lanao del Sur di selatan kota Marawi yang dilakukan oleh setidaknya 20 pejuang dari kelompok Maute.

Kelompok Maute sendiri dikenal setelah melakukan serangkaian bom dan sejumlah penculikan di wilayah Mindanao Selatan. Filipina telah memerangi gerakan separatis di Mindanao selama puluhan tahun, Mindanao sendiri adalah wilayah yang mayoritas warganya beragama islam, sisanya adalah warga beragama Katolik Roma.

Kelompok Maute yang membawa bendera berwarna hitam dan lencana ISIS ini telah melakukan penyerangan terhadap pasukan militer dan melakukan pemenggalan terhadap dua orang pekerja dan seorang tentara pada awal tahun ini.

Sejumlah kelompok separatis bersenjata di Filipina telah berafiliasi dengan kelompok militan ISIS, meskipun pihak militer Filipina sendiri telah mengatakan tidak ada bukti bahwa kelompok tersebut bekerja sama dengan militan asing.

LEAVE A REPLY