May 3, 2021

Kabar Aku | Berita Bola Terbaru Indonesia Hari Ini

Berita Terkini, Berita Terbaru, Berita Bola, Berita Viral, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Inilah Kisah Produsen Bubuk Petasan di Kota Mojokerjo

2 min read

Inilah Kisah Produsen Bubuk Petasan di Kota Mojokerjo – Ledakan petasan mematahkan pergelangan tangan kiri Mulyadi (46). Meski begitu, warga Desa Baureno, Jatirejo, Mojokerto ini tidak tergoyahkan. Ia beralih dari produsen petasan menjadi pembuat bubuk petasan.

Mulyadi menceritakan kejadian tragis yang menyebabkan pergelangan tangan kirinya harus diamputasi 24 tahun lalu. Saat itu, ia berkecimpung dalam bisnis produksi petasan. Ledakan terjadi saat dia menutup lubang petasan menggunakan obeng.

Pengalaman pahit itu rupanya tak menyurutkan niat Mulyadi. Alih-alih trauma dengan ledakan petasan, ia malah berubah menjadi pembuat bubuk petasan. Ia menekuni bisnis ini setiap menjelang Idul Fitri.

Seperti Ramadhan tahun ini, ia kembali mencampurkan sejumlah bahan menjadi bubuk petasan. Diantaranya 25 kg sulfur, 25 kg potasium, 2 kg bubuk perunggu, 1 kg bubuk sendawa, dan 100 lembar kertas sumbu.

Barang tersebut ia beli melalui M Suwono (51), warga Desa Balongmacekan, Kecamatan Tarik, Sidoarjo seharga Rp. 2,9 juta. Suwono ternyata memesan material dari Kaseran (71), warga Desa Kalimati, Tarik.

Kaseran lah yang membeli bahan pembuatan petasan dari seorang pria berinisial Pur di Pasar Turi, Surabaya. Ia ditangkap di rumahnya pada Selasa (27/4/2021).

Beberapa bahan tersebut kemudian diolah Mulyadi menjadi bubuk petasan. Ia menjual bahan peledak itu kepada masyarakat dengan harga Rp 150.000 per kg. Keuntungan yang dia hasilkan hampir dua kali lipatnya.

Selanjutnya, polisi menggerebek rumah industri petasan milik M Suwono (51) di Desa Balongmacekan, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Petasan sitaan 9 kg bubuk petasan 1 kg, petasan 37,5 kg 0,5 kg, petasan 21 cm diameter 9 cm, petasan 5 dus diameter 2 cm, sumbu petasan 32 lembar, selongsong petasan 91 , 24 gulungan kertas, dan berbagai peralatan untuk membuat petasan

Terakhir, polisi menangkap Roib (46), pemilik rumah produksi petasan di Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Mojokerto pada Minggu (2/5/2021). Selain itu, petugas juga menyita 11 kg bubuk petasan dengan kemasan 2.5 kg, 1.5 kg bubuk petasan, 172 petasan dengan diameter 9 cm, 195 petasan dengan diameter 7 cm, 412 petasan dengan diameter 4 cm, 7. set petasan masing-masing panjang 3 meter, 27 lembar, sumbu petasan, serta berbagai peralatan untuk membuat petasan.

Keempat tersangka dijerat pasal 1 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951. Hukuman maksimal 20 tahun penjara menanti mereka. Sementara itu, 69,5 kg serbuk peledak dan 2.237 petasan diserahkan kepada Tim Gegana Brimob Polda Jatim untuk dimusnahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *