Info Nasional Terhangat – Harga BBM Jadi Naik-Turun, Masyarakat Terbiasa?

0
271

Memang pemerintah saat ini masih berupaya mengkaji formula yang pas terkait masalah harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Al ini dikarenakan masyarakat Indonesia dianggap masih belum siap untuk menerima kenyataan, harga BBM selalu berubah tiap 2 pekan sekali. “Idenya ialah bagaimana supaya masyarakat tak menderita lantaran terlalu kerap terjadi perubahan harga serta budget tak menderita lantaran bleeding menggunakan subsidi. Maka dari itu jika ditanya apa pemerintah akan tetap konsisten terhadap pencabutan subsidi? Kita konsisten dan tidak mundur,” tegas Sudirman Said, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ketika bincang-bincang dari Kantor ESDM, di Jakarta, Minggu (31/5/2015)

Juga bermunculan adanya wacana terkait penetapan harga BBM dilakukan tiap 3 ataupun 6 bulan sekali yang mengacu pada proyeksi harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah. Akan tetapi Sudirman mengatakan bahwa masalah ini masih akan dikaji dengan konstan, maka masih belum dapat menghasilkan suatu keputusan. “Kalau secara realistis, saya harus katakan ini kan masih kebijakan baru. Maka orang juga boleh mengkritik kok, istilahnya adalah trial and error. Tiap kebijakan akan ada masa untuk itu,” ujar Sudirman.

Ide tersebut juga sudah disampaikan Sudirman pada Presiden Jokowi. Lalu, Presiden meminta supaya terus dikaji hingga mendapat racikan yang pas. “Saya juga sudah sampaikan pada presiden, ‘Pak kita perlu lihat hingga November, akan seperti apa polanya’. Dimana November ini, artinya adalah sudah jalan 1 tahun serta kita melihat harga minyak ke depannya akan seperti apa,” sambungnya.

Walau begitu, Sudirman tetap optimis di kurun beberapa waktu mendatang, masyarakat menjadi terbiasa atas harga BBM yang sering naik turun. Nampak pada 5 bulan belakangan, sejatinya demontrasi juga sudah cukup berkurang jika dibanding dengan yang beberapa saat sebelumnya. “Masyarakat menjadi semakin terbiasa terhadap proses naik turun harga namun ada syaratnya, yaitu janganlah terlalu sering. Maka dari itu, saya merasa optimistis pada 1 titik masyarakat akan menjadi terbiasa, perokok saja (harganya) naik-turun tetap aja beli rokok. Juga gak pernah ada demo. Pulsa telepon kan juga begitu. Gak ada demo,” tutup Sudirman.

LEAVE A REPLY