Info Nasional – AJI beserta IJTI Desak Polisi Tindak Geng Motor

0
604

Pihak Aliansi Jurnalis Independen (AJI) wilayah Makassar serta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Sulawesi Selatan meminta agar pihak kepolisian bisa segera menindak anggota dari geng motor yang telah melakukan aksi perampasan tas milik dari kontributor Celebes TV, yakni Aditya Jufri. Aksi perampokan tersebut terjadi pada Minggu pagi tadi yaitu kurang lebih jam 04.00 WITA.

 Seperti yang diberitakan sebelumnya, Aditya Jufri ketika pulang setelah meliput penertiban sejumlah atribut dari caleg serta partai pada sejumlah ruas jalanan protokol yang ada di Makassar kemudian secara mendadak dicegat oleh sekawanan anggota geng motor yang mengancam menggunakan badik. Pelaku kemudian merampas tas milik Aditya yang berisi uang tunai, kamera dan ponsel.

 Gunawan Mashar, ketua dari AJI Makassar, menyatakan bahwa pihaknya mengecam terhadap adanya aksi kekerasan serta perampasan dari harta benda milik Aditya setelah meliput berita penertiban dari atribut caleg serta partai, yang telah dilakukan oleh sekawanan geng motor yang terjadi di sekitaran Jl. Gunung Bawakaraeng, di Makassar.

 “Kami meminta agar polisi dapat bekerja dengan optimal guna memberikan rasa aman kepada warga Makassar, terutama untuk kalangan jurnalis, agar memberantas adanya geng motor yang telah meresahkan warga, dan apabila tak mampu, maka kami secara terbuka akan menyatakan mosi tidak percaya terhadap Kapolrestabes Makassar serta Kapolda Sulselbar,” kata Gunawan.

 Selain dari Gunawan, Hoedzeva Kadir yang merupakan Koordinator dari Advokasi IJTI Sulsel,  turut menyampaikan tuntutan senada, meminta agar pihak kepolisian dapat bertindak dengan tegas dalam memberantas kelompok geng motor yang sudah sering merampas harta milik para pengendara sepeda motor lainnya di jalanan. Menurut pendapatnya, pihak kepolisisan seperti tidak ada perhatian khusus terhadap kasus ini.

“Kami merasa kecewa kepada polisi, sebab tiga kasus yang sebelumnya menimpa pada jurnalis di Makassar, tak ada yang tuntas, maka kamipun menyerukan kepada aparat supaya tak hanya mengurus hanya kasus-kasus tertentu, kekerasan kepada jurnalis pun juga harus menjadi prioritas dari mereka,” kata Hoedzeva saat menyampaikan permintaannya itu.

LEAVE A REPLY