Info Mancanegara Teraktual – FBI: Insiden Penembakan NSA Bukan Aksi Terorisme

0
376

Amy Thoreson, selaku juru bicara dari pihak Biro Penyelidik Investigasi Federal (FBI) Baltimore menegaskan bahwa insiden penembakan yang telah dilakukan oleh petugas polisi kepada 2 orang di hari Senin lalu tak terkait dengan aksi terorisme. Kedua orang tersebut ada di dalam sebuah mobil SUV berwarna gelap serta berusaha guna menerobos masuk ke dalam kantor Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) yang berlokasi di di Fortmeade, Maryland.

Kantor berita BBC pada Selasa, 31 Maret 2015, melaporkan bahwa insiden tersebut bermula pada sekitar pukul 09.00 waktu lokal. Berdasar keterangan dari pejabat berwenang, saat polisi NSA melepas tembakan, diketahui telah menewaskan seorang tersangka. Sementara tersangka yang lain terluka lalu mendapat perawatan pada ruang perawatan intensif di sebuah rumah sakit terdekat. “Kami tak begitu yakin bahwa aksi ini terkait terhadap aksi terorisme ataukah tidak,” kata Thoreson.

Media Reuters juga melansir bahwa kedua tersangka tersebut memakai baju perempuan saat beraksi. Maka dari itu, pihak pejabat berwenang pun menduga bahwa mereka berdua adalah transjender. Salah seorang tersangka yang berhasil selamat diduga asal Baltimore. Sedangkan untuk tersangka lainnya yang tewas, pihak polisi masih terus berupaya mencari identitas tersangka. Perwakilan dari NSA menyebut bahwa pengemudi mobil tersebut menolak mematuhi perintah dari polisi NSA agar meninggalkan awasan yang sudah diamankan. Saat polisi menembak salah seorang tersangka, SUV tersebut lalu menabrak kendaraan polisi.

NSA tak menyebut adanya pihak lain yang telah menembakkan senjata selain halnya polisi NSA tersebut. Sementara Presiden Barack Obama sudah diinformasikan terkait insiden ini. Kawasan Kampus Fort Meade menjadi hunian bagi sejumlah 40 ribu personel militer serta sipil seab memang sangat luas. Selain dari itu, ada banyak anggota keluarga dari pegawai NSA yang juga hidup di sana. Kejadian seperti itu, bukanlah kali pertamanya terjadi. Di awal bulan, FBI juga terpaksa menahan pria yang menembak serta merusak gedung NSA. Pelaku meletuskan peluru dari jalan tol dekat gedung itu. Tetapi, tak ada indikasi kedua insiden ini terkait.

LEAVE A REPLY