Info Kriminalitas – Diringkus, 4 Sopir Terduga Sindikat Maling Rumah Kosong

0
347

Diberitakan bahwa ada 4 orang pria yang terpaksa ditangkap oleh Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya lanaran berkomplot untuk lakukan aksi pencurian pada rumah kosong. Pelaku yang kesehariannya bekerja menjadi sopir angkutan umum serta taksi tersebut beraksi sampai lintas provisi serta telah melakukan kejahatan sampai hitungan belasan kali. “Kelompok yang ini dikenal dengan istilah AKAP (Antar-Kota Antar-Provinsi), sebab mainnya sudah lintas provinsi,” terang Kompol Buddy Towoliu, Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada wartawan dari Mapolda Metro Jaya, Jakarta, hari Selasa (31/3/2015).

Keempat orang ters‎angka yaitu Yudi Syah atau Gendut (44), asal Purwodadi,; lalu Sunoko atau Noko (40) asal Demak,; Siswato atau To (38) asal Grobogan, serta Ahmad Mudrika atau Ahmad (38) asal Bandar Lampung. Mereka berempat disergap polisi pada kawasan Bengkulu hari Senin (30/3) waktu dini hari kemarin pada sebuah hotel lokasi peristirahatan dari para tersangka ketika istirahat setelah beraksi. “Bermainnya yang kemarin mereka itu pada wilayah Medan, dan dari Medan itu lalu main ke Bengkulu, lalu ke Lampung dan kembali lagi Bengkulu terakhir ditangkap di Bengkulu‎,” katanya.

‎Murdika dengan Gendut mengaku menjadi sopir taksi, sementara tersangka Sunoko pun mengaku menjadi sopir Mikrolet sementara Siswanto mengaku menjadi sopir bus Lampung. Dari pernyataan Buddy, kelompok tersangka ini sudah 6 tahun lamanya beroperasi. Mereka juga sudah terbilang ‘profesional’ dalam bidangnya tersebut. “Tersangka Gendut adalah residivis serta menjadi TO Polda Metro Jaya sebab kerap melakukan kasus pencurian dalam pemberatan pada rumah kosong di kawasan hukum Polda Metro Jaya serta Polda Sulawesi Selatan. Selain itu ia juga menjadi residivis pada wilayah Polda Jawa Tengah,” kata Buddy.

Dalam melakukan aksinya, para pelaku ini menarget rumah-rumah mewah dan berisi barang berharga yang sedang ditinggal pergi oleh pemiliknya. Akan tetapi, sebelum melakukan aksinya, mereka juga membuat mapping pada lokasi yang dijadikan sasaran. “Mereka ini mengincar rumah besar serta mewah yang sedang ditinggal oleh para pemiliknya. Lalu mereka lakukan mapping di siang harinya,” paparnya.

LEAVE A REPLY