Info Baru Nasional – Titik Api di Riau Kian Berkurang

0
447

Dilaporkan bahwa Syamsul Maarif, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, yang juga sekaligus merangkap sebagai Dansatgas dari Operasi Terpadu Penanggulangan Bencana Asap Riau masih terus memimpin dilakukannya operasi darat serta udara guna menanggulangi bencana asap dengan intensif.

Pihak Kemenhut juga melaporkan dari pantauan satelit NOAA, titik panas ataupun hotspot di sejumlah 121 titik di hari ini (29/3). Terdapat 52 hotspot yang berhasil dipadamkan para Satgas Ops menggunakan kekuatan darat juga udara. Hotspot yang terpantau pada sejumlah wilayah Riau serta terkonsentrasi pada wilayah utara juga timur Riau, diantaranya Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Pelalawan, Siak juga Indragiri Hulu. Pemadaman darat yang dilakukan oleh personil Polri, TNI, Manggala Agni, Pemadam Kebakaran, serta satuan lain, juga dari sejumlah perusahaan perkebunan. Tercatat ada lebih dari 2.000 orang yag saling bekerjasama guna padamkan api serta asap itu.

Diketahui pula bahwa, operasi hujan buatan yang diadakan kemarin juga sempat menurunkan hujan pada sejumlah kawasan di Bangkinang, Pekanbaru, Koto Kampar (Kampar), Pasir Pangarayan (3ohil), Sedinginan (Rohul), Dumai dan Tembilahan (Inhil). Pada hari ini, diketahui bahwa hotspot terbanyak ada pada kawasan Rokan Hilir juga di Dumai. Asap berakibat kepada kualitas udara yang ada di Kandis serta Bangko. Pantauan kualitas udara dalam Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan bahwa temuan angka pada Kandis 500 sedangkan Bangko 492. Angka ini menunjukkan kualitas udara pada kategori yang berbahaya.

Satgas Udara juga mendapat tambahan bantuan yakni 1 helikopter Bell dari TNI AU yang mana secara lebih khusus dapat menggerakkan personil serta perlengkapan lebih cepat. Pihak Danrem 03/WB segera menginstruksikan pada personil TNI serta Manggala Agni guna padamkan asap pada Cagar Biosfer Giam Siak Kecil supaya asap tak mengarah menuju Pekanbaru serta mengganggu operasional dari bandara. “Satgas Ops udara akan terus mengoptimalkan hujan buatan juga water bombing,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi serta Humas BNPB, pada rilisan yang diterima pada Sabtu (29/3/2014).

LEAVE A REPLY