April 21, 2021

Kabar Aku | Berita Bola Terbaru Indonesia Hari Ini

Berita Terkini, Berita Terbaru, Berita Bola, Berita Viral, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Imam Tarawih di Kota Klaten Dinyatakan Positif COVID-19, Para Jemaah Dites Antigen

2 min read

Imam Tarawih di Kota Klaten Dinyatakan Positif COVID-19, Para Jemaah Dites Antigen  – Seorang imam tarawih yang berinisial T di Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dinyatakan positif terjangkit virus Corona atau COVID-19. Puluhan jemaah langsung menjalani tes antigen.

Salah seorang warga yang bernamaTotok, mengaku sebagai imam shalat tarawih. Diketahui secara positif dan jemaah dites swab pada tanggal 19 April.

“Imam tarawih diberi dites swab dan dinyatakan positif. Sore harinya jemaah akan swab di Puskesmas Manisrenggo,” ujar Totok, Rabu (21/4/2021).

Totok menegaskan jika T hanya satu kali menjadi imam pada shalat tarawih pertama di bulan Ramadhan. Namun, untuk mengantisipasi para jamaah, mereka seluruhnya diharuskan tes swab.

“Semua prihatin pada malam pertama. Tapi untungnya hasil swab para Jemaah dan pada akhirnya semuanya dinyatakan negatif,” lanjut Totok.

Camat Manisrenggo, Raharjo Budi Setiyono menuturkan jika imam tersebut diduga telah positif mengidap virus Corona semenjak pada hari Jumat (16/4/2021) yang lalu. Awal mulanya diduga jika T mengalami gejala sakit dan lantas dibawa menuju ke Puskesmas.

“Jum’at itu saya dapat hasilnya. Awalnya saya sakit dan langsung diperiksa di Puskesmas dan ternyata hasilnya dinyatakan positif,” kata Raharjo saat dimintai konfirmasi ke Pemkab Klaten.

Menurut Raharjo, meski dinyatakan positif Corona, T tidak masuk rumah sakit karena penyakitnya tidak serius. T hanya menjalani isolasi independen di rumahnya.

“Kondisinya sehat karena gejalanya hanya greges (kurang enak badan),” kata Raharjo.

Setelah itu, lanjut Raharjo, mengantisipasi 15 jemaah shalat tawih T dibimbing untuk menjalani tes antigen cepat. Hasil tes jemaah yang mayoritas masih memiliki hubungan kekerabatan negatif.

“Hasil swab jemaah negatif. Karena para jemaah hanya sedikit di dekat rumah hanya ada masjid, dan bisa terpapar pada saat beraktivitas di luar,” jelas Raharjo.

Diwawancarai secara terpisah, tim ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, dokter Roni Roekmito, saat dimintai konfirmasi laporan kasus tersebut membenarkan hal tersebut. Selanjutnya upaya trancing juga akan segera dilakukan.

“Iya betul jika kasus tersebut memang ada. Dan ada 16 orang close contact tracing tapi semua rapid antigen hasilnya negatif,”tambah Roni melalui pesan singkat kepada wartawan hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *