Berita Bola – Alessandro Costacurta, mantan bek legendaris AC Milan, menyampaikan pandangan kritis mengenai strategi transfer Rossoneri di bursa musim panas ini. Pemain yang membela Milan selama 20 tahun tersebut menyoroti permasalahan mendasar dalam berbagai lini tim.
Dalam wawancara eksklusif dengan Sky Sport, Costacurta menilai Milan memerlukan perbaikan menyeluruh untuk kembali kompetitif di level elite. Peningkatan kualitas individu pemain menjadi fokus utama yang harus dibenahi manajemen.
Dia secara spesifik membahas dua nama yang terus dikaitkan dengan Milan dalam bursa transfer. Rasmus Hojlund dan Dusan Vlahovic menjadi sorotan dengan penilaian yang tidak sepenuhnya positif.
Costacurta mempertanyakan apakah kedua striker tersebut mampu memberikan dampak signifikan bagi ambisi besar Milan. Skeptisismenya didasarkan pada analisis mendalam terhadap karakteristik permainan keduanya.
Mantan kapten timnas Italia itu menekankan pentingnya faktor perkembangan dalam setiap rekrutan baru. “Dia harus seorang pemain yang sudah berkembang dan saya pikir bisa berkembang lagi. Masalahnya adalah jika dia bisa naik level lagi, dia bisa benar-benar menjadi bagian dari tim besar,” ungkapnya.
Costacurta mengidentifikasi lini pertahanan sebagai akar permasalahan utama Milan dalam beberapa tahun terakhir. “Masalah nyata Milan dalam beberapa tahun terakhir adalah performa para bek, dan ini hanya bisa diselesaikan dengan perkembangan individu pemain,” tegas pemain berusia 58 tahun itu.
Dia memperingatkan bahwa tanpa ada peningkatan kualitas tersebut, Milan akan kesulitan mencapai target yang ditetapkan. “Selama mereka tidak berkembang, Milan tidak akan ke mana-mana,” kata Costacurta dengan nada pesimis.
Pernyataan ini mencerminkan kekhawatirannya terhadap konsistensi performa lini belakang. Stabilitas defensif menjadi fondasi yang harus diperkuat sebelum memikirkan sektor lainnya.
Costacurta merespons spekulasi transfer Hojlund dan Vlahovic dengan sikap yang tidak antusias. “Tidak ada dari keduanya yang luar biasa, tapi keduanya bisa membantu. Jika tim membantu mereka, mereka bisa memberi kontribusi, tapi tidak ada dari keduanya yang bisa mencetak gol sendiri,” jelasnya.
Meski mengapresiasi keputusan Milan mendatangkan pelatih baru, dia meragukan kemampuan skuad saat ini dalam mendukung striker. “Milan memilih pelatih yang bisa membantu untuk menang, tapi saya tidak begitu yakin tim ini bisa membantu penyerang tengahnya,” kata Costacurta.
Pandangannya jelas: Milan membutuhkan penyerang dengan kaliber yang lebih tinggi dari kedua nama tersebut. “Bagi saya, Milan membutuhkan penyerang tengah sensasional dan Hojlund maupun Vlahovic bukanlah itu. Misalnya, menurut saya Gimenez tidak kalah dari keduanya,” pungkasnya.
Saran tersebut menunjukkan preferensinya terhadap striker dengan karakteristik berbeda yang lebih sesuai kebutuhan Milan.