Fakta Baru Misteri – Bintang Pleiades Gugus Bintang Tujuh Putri

0
1841

Saat malam tiba, di langit arah barat. Saat langit cerah, akan nampak sekelompok bintang yang cukup redup di ketinggian 15 derajat. Sekumpulan bintang tersebut dalam bahasa internasional disebut dengan Pleiades. Menggunakan teleskop kecil, gugusan bintang tersebut nampak seperti kumpulan permata berkilau cemerlang.

Sebagian dari masyarakat Indonesia pada jaman dahulu telah mengenali gugus bintang tersebut yang bernama Bintang Tujuh Bidadari ataupun Bintang Tujuh Putri, dan hingga kini tereduksi jadi Bintang Tujuh saja. Bintang tujuh ini juga ada pada relief dari candi Borobudur meski sejumlah ahli berpendapat tujuh bintang di relief Borobudur tersebut merujuk kepada bintang biduk Ursa Mayor.

Bintang Tujuh Bidadari ini akan nampak pada langit malam usai matahari terbenam sampai akhir bulan April. Dan akan terlihat lagi dari arah timur, menjelang matahari terbit bulan Juli. Waktu yang terbaik guna mengamati gugus tersebut yaitu di bulan November sebab ia akan nampak di sepanjang malam.

Nama Pleiades berasal dari mitologi Yunani, pada bahasa Inggris dinamakan dengan Seven Sisters. Penamaan dari ketujuh bintang terang gugus tersebut diambil pada tujuh Pleiad tersebut serta dua buah bintang tambahan yang memakai nama Pleione, yang merupakan ibu para Pleiad serta Atlas, suami dari Pleione.

Masyarakat Jawa menamai gugus bintang tersebut Lintang Kartika, kedua kata ini mempunyai artian yang sama, yakni bintang. Penamaan tersebut menunjukkan pandangan yang istimewa dari orang Jawa kepada gugus ini, dengan nama bintangnya bintang.

Ketujuh bintang terang pada gugus ini dinilai menjadi tujuh bidadari turun kahyangan untuk mandi di bumi yang dikisahkan dalam legenda Jaka Tarub. Pada Babad Tanah Jawi, dikisahkan bahwa satu orang bidadari akhirnya jadi istri dari Jaka Tarub yang bernama Dewi Nawang Wulan ataupun Dewi Ratna Juwita.

Lintang Kartika merupakan ilham dari tarian Bedhaya Ketawang, Bedhaya berarti tari, dan ketawang dari kata Tawang yang artinya langit. Atau dalam pengertian harfiah tarian ini berarti Tarian Langit. Tarian klasik nan sakral oleh sembilan penari tersebut hanyalah dibawakan ketika upacara penobatan dari raja pada Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

LEAVE A REPLY