Dunia Terhangat – Kim Jong-Un Siagakan Militer Korut Melawan Amerika

0
373

Tingkat ketegangan pada wilayah semenanjung Korea semakin meningkat. Malah pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un sudah menyerukan kepada militernya agar bersiap perang kontra Amerika Serikat beserta sekutu mereka. Pernyataan milik Kim tersebut disampaikan usai diawalinya latihan gabungan yang terdiri atas Angkatan Laut AS serta Korea Selatan (Korsel) dimana latihan tersebut melibatkan sejumlah 10 kapal perang milik Korsel serta sebuah kapal penghancur milik AS yang bernama  Aegis. Latihan tersebut dilakukan jelang latihan militer yang juga dilakukan dalam skala besar oleh kedua negara, yang sudah memicu kemarahan pihak Korut.

“Kondisi yang terjadi saat ini di mana sebuah perang besar demi reunifikasi nasional telah semakin dekat, ini mengharuskan segenap unit KPA (Militer Rakyat Korea) guna menjadi Unit Garda (elit) dan benar-benar siap dalam berperang baik secara politik serta ideologi, pada teknik militer juga secara material,” tegas Kim sesuai yang dikutip oleh kantor berita resmi milik Korut, KCNA serta dilansir oleh AFP, pada hari Sabtu (28/2/2015). Pihak pemerintah Korut sendiri juga sering membuat retorika permusuhan pada saat berjalannya latihan gabungan militer AS-Korsel yang mana selalu berlangsung setiap tahun. Retorika tersebut sudah memicu ketegangan pada semenanjung Korea semakin meningkat.

Berdasar KCNA, Kim juga menyerukan agar militer Korut senantiasa berlatih dengan keras guna “merobek-robek Stars and Stripes (bendera AS)”. Korut sudah 3 kali lakukan uji coba nuklir. Belum lama ini, Korut juga mengancam segera kembali lakukan uji coba nuklir mereka yang keempat, di saat ketegangan terkait sanksi terbaru AS serta langkah yang diambil PBB demi mengecam Korut sehubungan rekor buruk HAM negara tersebut.

Latihan gabungan militer AS dengan Korsel tersebut digelar 8 pekan, dan melibatkan latihan militer udara, darat serta laut. Sejumlah 200.000 tentara Korsel serta 3.700 tentara AS dilibatkan pada latihan yang segera dibhuka pada Senin, 2 Maret itu. Pihak AS serta Korsel pun bersikeras bahwa latihan tahunan tersebut sifatnya hanya untuk pertahanan. Tetapi Korut mengecamnya sebab menilai bahwa latihan itu adalah latihan provokatif invasi.

LEAVE A REPLY