Skip to content
Kabaraku
Menu
  • Home
  • Nasional
  • Berita Bola
  • Selebriti
  • Mancanegara
  • Kesehatan
Menu

Diduga Jadi Korban Kekerasan Fisik, Bocah 10 Tahun di Samarinda Alami Patah Kaki

Posted on 28/11/2025

Nasional – Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun di Samarinda diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh dua teman sebayanya hingga menyebabkan kakinya patah. Saat ini korban menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Informasi tersebut dibenarkan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur, setelah tim melihat langsung kondisi korban pada Kamis (27/11/2025).

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, menjelaskan bahwa insiden berawal ketika korban menegur seorang temannya yang sedang menangis.

Teguran tersebut justru memicu reaksi agresif dua teman korban yang disebut sebagai A dan B. “Korban dicekik oleh pelaku A. Saat korban menepis, teman A yaitu B langsung membantingnya,” kata Rina.

Korban terjatuh dengan posisi kaki tersangkut di dinding. Pelaku B kemudian diduga menindih kaki korban hingga terdengar suara keras.

“Kakinya langsung bengkok. Korban menjerit kesakitan dan dibawa ke rumah sakit. Dokter memastikan kakinya patah,” ujar Rina.

Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa dianggap sebagai permainan anak-anak. “Ini bukan candaan. Ini tindakan kekerasan yang harus ditindaklanjuti serius,” tegasnya.

Menurut TRC PPA, keluarga korban telah bertemu pihak sekolah, namun belum menemukan titik temu. Beberapa pernyataan dari pihak sekolah bahkan dinilai menyakitkan bagi keluarga.

Atas kasus tersebut, TRC PPA Kaltim telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda dan meminta penanganan serius, terutama karena kasus perundungan di sekolah disebut semakin sering terjadi.

“Kami berharap sekolah bijak melindungi korban dan memberikan sanksi pembinaan kepada pelaku. Sekolah tidak boleh menormalisasi perundungan dalam bentuk apa pun, apalagi yang berakibat fatal seperti ini,” kata Rina.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, membenarkan bahwa kasus telah dilaporkan ke Disdik. Namun menurutnya, anak-anak usia sekolah dasar belum sepenuhnya memahami tindakan bullying.

“Kalau anak-anak kecil, usia SD, mereka belum benar-benar memahami apa itu bullying. Mereka bermain seperti biasa, tapi mungkin permainannya keras dan membahayakan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (28/11/2025).

Asli menyebut permasalahan sudah diselesaikan di tingkat sekolah melalui Tim Anti Kekerasan yang dibentuk dalam program Merdeka Belajar.

“Tim memanggil orang tua kedua belah pihak. Mereka sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. Orang tua anak yang menyebabkan cedera ikut membantu biaya pengobatan,” katanya.

Meski begitu, Disdik meminta sekolah memperketat pengawasan terhadap aktivitas siswa, terutama saat bermain.

“Guru harus lebih memantau anak-anak. Mereka belum paham risiko berlari, naik meja, atau bermain terlalu keras. Ini harus diwaspadai,” kata Asli.

Ia menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh sekolah di Samarinda.

“Untuk anak-anak yang lebih besar, perlu diberikan pemahaman tentang fungsi Tim Anti Kekerasan dan mengapa mengolok atau menghina teman itu tidak boleh secara moral dan etika,” jelasnya.

Asli berharap insiden serupa tidak kembali terjadi. “Alhamdulillah masalah ini sudah diselesaikan di sekolah. Mudah-mudahan tidak terulang lagi,” tuturnya.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor By :

Berita Terkini :

  • Inilah Dua Kendala Utama Yang Dialami Juventus Buat Negosiasi Kontrak Baru Kenan Yildiz 29/11/2025
  • Meski Diminati Chelsea dan Tottenham, Nico Paz Semakin Dekat ke Real Madrid 29/11/2025
  • Proyek Penerangan Jalan Nasional Pantura, Pemkab Demak Gelontorkan APBD Rp 5 Miliar 28/11/2025
  • Penyelundupan 1.380 Sepatu Karet Ilegal dari Malaysia di Pulau Sebatik Digagalkan TNI AL 28/11/2025
  • Jembatan Bekas Rel KA di Demak Mulai Diperbaiki Setelah Insiden Bocah Meninggal 28/11/2025
  • Diduga Jadi Korban Kekerasan Fisik, Bocah 10 Tahun di Samarinda Alami Patah Kaki 28/11/2025
  • Ruben Amorim Mulai Takut Musim Yang Buruk Akan Kembali Terulang 28/11/2025
  • Atletico Madrid Dihukum UEFA Gara-gara Fansnya Rasis 28/11/2025
  • Kontrak Segera Berakhir, AC Milan Terancam Kehilangan Mike Maignan Secara Cuma-cuma 28/11/2025
  • Kylian Mbappe Bongkar Rahasia usai Mencetak 4 Gol ke Gawang Olympiakos 28/11/2025
©2025 Kabaraku | Design: Slot Gacor Indonesia