Mon. Feb 22nd, 2021

kabaraku.com

Berita Terkini, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Cerita Para Warga Pekalongan Kesulitan Cari Air Bersih Gara Gara Bencana Banjir

2 min read

Cerita Para Warga Pekalongan Kesulitan Cari Air Bersih Gara Gara Bencana Banjir – Bencana banjir yang sudah merenam Kota Pekalongan, Jawa Tengah selama 2 minggu ini. Para warga juga bercerita keadaannya yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dan hanya bisa mengandalkan sebuah bantuan sampai terpaksa menggunakan air hujan.

“Diketahui jika air bersih disini sama sekali tidak ada. Yang sudah memiliki sumur yang jelas pasti tercampur dengan air banjir. Genangan banjir itu tingginya mencapai sekitaran 80 hingga 90 cm. Sementara dari Pamsimas (penyedia air minum dan sanitasi berbasis masyarakat), diketahui tidak dapat dipergunakan,” ucap salah satu warga di Kelurahan Pedukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, Wahyu (41), Sabtu (20/2/2021).

Wahyu ternyata diketahui lebih memilih tidak mengungsi, dikarenakan dirinya mengakui hanya bisa mengandalkan sebuah bantuan air bersih. Akan tetapi sebuah bantuan itu hanya bisa digunakan untuk keperluan konsumsi saja.

Pada jalanan diketahui jika ketinggian genangannya memang cukup dalam. Akan tetapi sebagian rumah lantainya kita tinggikan. Oleh karena itu air yang masuk ke rumah, tidak setinggi seperti yang ada di jalan. Pada dalam rumah, jika sebuah kasur kita juga masih aman. Namun bagian lantai memang tergenangi oleh air,” ujar Wahyu.

Salah satu warga yang berada dilokasi yang sama, Azizah (38) juga bercerita dengan hal yang sama. Jika dari bantuan air itu dipergunakan untuk keperluan seperti masak dan minum saja.

Sementara untuk mandi dan mencuci, dirinya hanya dapat mengandalkan air hujan saja. “Jika kalau saya hanya mengandalkan Pamsimas yang juga mati sudah lama dikarenakan tergenang banjir. Akan tetapi biasanya satu hari sekali ada bantuan air bersih,” ucap Azizah.

Salah satu seorang petugas PMI Kota Pekalongan yang bernama Jaler Raga Wijaksono, mengatakan jika sebuah uppaya droping air juga sudah pihaknya dilakukan pada setiap harinya dengan sebanyak 1.500 liter. Sebuah droping air bersih tersebut diperuntukkaan oleh para warga Kota Pekalongan yang memilih bertahan di rumah pada saat banjir.

“Jika tugas kami untuk mengambil air ke PDAM dan pihak kita droping ke dua wilayah, yaitu di Kecamatan Pekalongan Barat dan wilayah kecamatan Pekalongan Utara. Air bersih itu juga dipergunakan untuk memasak dan minum para warga,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *