Berita Unik Misteri – “Hantu Janda” Thailand Tewaskan 10 Pria

0
1015

Warga desa bernama Tambon Tha Sawang, Surin, Thailand beramai-ramai menggantung baju warna merah di depan rumah dengan alasan mengusir hantu, bukan karena semacam alasan politis. Warga desa tersebut diteror oleh sebuah hantu janda, dan beredar rumor bahwa hantu janda ini sudah merenggut nyawa hingga 10 pria secara mengenaskan. Diberitakan leh Bangkok Post, penduduk desa bersaksi, 10 pria tewas dengan cara misterius, beberapa meninggal ketika tertidur, yang lain secara tiba-tiba terjatuh lalu tewas saat berjalan. Dokter mengklaim bahwa seluruh korban tewas disebabkan permasalahan pernafasan serta gagal jantung dari tekanan tubuh yang membuat mereka tewas seketika.

Warga desa lalu berinisiatif untuk memanggil perantara. Kepada para penduduk, dukun tersebut menyatakan hantu janda (pee mae mai) menjadi biang keladi kejadian misterius tersebut. Perantarapun mengusulkan supaya para penduduk desa menggantung baju warna merah di luar rumah guna mengusir kedatangan roh jahat. Ia pun juga sempat mengingatkan bahwa keluarga yang memiliki anak tunggal lelaki berkesempatan lebih besar untuk didatangi oleh hantu tersebut dan mereka juga harus lebih bersiap-siap.

Rumor tentang hantu janda ini pun juga menyebar ke lokasi lain, contohnya Chom Phra serta Tha Tum. “Alasan dari menggantungkan kaos ini tak terkait dengan pandangan politik, namun sebab kami mengkhawatirkan keselamatan dari keponakan. Jujur kami tidak terlalu mempercayai cerita itu, tetapi tak ada salahnya jaga-jaga,” ujar warga desa. Penduduk desa lain juga mengatakan, “Pria-pria tewas dan tak menunjukkan adanya tanda-tanda semacam penyakit, sehat dan bugar. Ketika mendengar rumor itu, saya menghormati kepercayaan dari orang-orang serta ikut menggantung kaos merah di luar rumah,” terang pria 42 tahun.

Kelompok dari kaos merah atau United Front for Democracy Against Dictatorship (UDD) merupakan penentang dari kelompok berkaos kuning People’s Alliance for Democracy (PAD). Kaos merah disebut sebagai pendukung kudeta 19 September 2006 serta gerakan protes anti-pemerintah hingga berminggu-minggu lamanya pada tahun 2010 lalu. Misteri tentang rumor ini pun masih belum terungkap hingga kini.

LEAVE A REPLY