Berita Terkini Nasional – Arung Jeram Maut Memakan Korban

0
1059

Sedikitnya sejumlah 18 orang peserta yang mengikuti rafting yang diadakan operator Batu Alam Rafting (BAR) di lokasi Desa Torongrejo, Kec. Beji, Batu, hari Jumat (28/2/2014) kemarin siang. Sekira jam 14.00 Wib, sejumlah 5 unit perahu meluncur dengan membawa sebanyak 18 peserta yang terbagi dalam 5 kelompok. Menurut rencana, rafting tersebut dijadwalkan finish di lokasi Desa Areng-Areng, Beji, berjarak 10 Km dari point pemberangkatan awal. Tak dinyana, saat mendekati rest area yang ada di setengah jalan. Ada sebuah perahu anggota yang terguling.

Tiga orang peserta pada perahu sempat berhasil berenang dan menyelamatkan diri menuju tepian sungai. Naas untuk peserta yang lain sebab terseret oleh derasnya arus sungai. Pihak Polres Kota Batu kemudian memeriksa sejumlash 11 saksi yang terkait dengan insiden arung jeram maut yang telah menewaskan seorang serta 3 orang yang lain masih belum diketemukan oleh seretan arus.

Saksi yang tengah diperiksa ini diantaranya adalah dari pihak Batu Alam Adventure (BAA) yang berpusat di Torongrejo, Beji, Batu, sebab pihaknya selaku penyedia jasa rafting operator. Ketua dari BAA yakni Syaifudin, lalu Musa Husainudin sebagai wakil Ketua BAA, dan Slamet Santoso Bendahara tiket, juga sejumlah pengurus lain. “Ada sejumlah 11 saksi yang kita mintai keterangan pada kejadian tersebut. Kemudian ada juga yang dari pihak penyedia rafting,” trang AKP Yantofan, Kasubag Humas Polres Batu kepada wartawan, Sabtu (1/3/2014) pagi.

Hasil dari proses pemeriksaan terungkap bahwa pihak pengelola ataupun penumpang sendiri telah menerapkan aturan maupun standar operasi berlaku. Seperti halnya memperhatikan sisi keamanan untuk 18 wisatawan yang menyewa jasa rafting. “Sesuai SOP, artinya tentang keamanannya. bagaimanapun, insiden ini murni bencana, yakni arus deras banjir yang datang secara tiba-tiba dalam aliran Sungai Brantas,” terang Yantofan.

Sebagai bahan proses penyidikan, Nurul Komar (23), warga dari Jl. Fatmawati, Jaksel, korban tewas dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani otopsi. Sedangkan upaya pencarian ketiga korban yang hilang, yaitu Lia Apriatin (26), Ilham Deli (33), Riki Anggiani (24), warga Jakarta semuanya, pada pagi ini diteruskan tim SAR gabungan usai semalam dihentikan oleh kondisi medan serta cuaca.

LEAVE A REPLY