Berita Terkini Nasional – 20 Warga Banyumas Keracunan Ayam Goreng

0
394

Sedikitnya sejumlah 20 orang warga dari kawasan Darmakradenen, di Kecamatan Ajibarang, Banyumas, wilayah Jawa Tengah harus mengalami insiden keracunan makanan. Hal tersebut diduga para korban keracunan makanan usai menyantap ayam olahan yang pada saat sebelumnya dibeli dari warga setempat. Hal ini lagi-lagi mengingatkan pada masyarakat umumnya untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan luar yang memang belum diketahui pasti unsur kebersihan dan kesehatannya. “Itu adalah ayam goreng murah yang dibeli dengan harga Rp 10 ribu yang berisi 4 biji,” ujar Yulianti yang juga merupakan salah satu dari korban keracunan itu, hari Kamis (6/3/2014).

Menurut keterangan yang berhasil didapatkan darinya, pedagang ayam olahan itu memang tak biasa keliling. Biasanya si penjual tersebut hanya jualan di seputaran lingkungannya saja. Ayam yang dibeli pada Selasa waktu pagi, kemudian pada Selasa sorenya baru dimakan. Sedangkan untuk gejala keracunan seperti halnya muntah serta buang-buang air baru terjadi para warga pada hari Rabu kemarin. “Biasanya kan jualannya cuman di tempatnya dia. Nah ini tumben banget dianya keliling,” katanya.

Selain dari Yulianti, juga anak dari korban Kirani yang berusia 2,5 tahun juga turut alami hal yang sama dengan warga lainnya. Lebih parahnya, Kirani ini harus diopname serta menjalani perawatan intensif pada RSUD Ajibarang disebabkan karena ia kekuangan cairan usai muntah yang disertai dengan diare. “Untuk pagi ini dia sudah lebih stabil, memang ada muntah dan diare, ini masih harus terus dipantau sebab kurangan cairan. Takutnya ada dehidrasi tetapi sudah bisa diatasi,” terang Florence Alexandra, dokter spesialis anak yang menangani Kirani.

Pihak Kabid Pelayanan dan Keperawatan RSUD Ajibarang, Sri Setyati Yulia menyatakan bahwa tercatat ada 20 korban yang datang pada hari Selasa (4/3/2014) malam yaitu pada sekitar pukul 23.30 WIB di Instalasi Gawat Darurat RSUD Ajibarang. Seluruh korban mengaku mengalami gejala yang serupa yakni mual, pusing, muntah, diare serta demam tinggi. “sejumlah 19 orang korban dapat langsung pulang usai melalui proses perawatan, sedangkan untuk satu balita terpaksa masih dalam proses perawatan,” terangnya.

LEAVE A REPLY