Berita Teknologi – Drone Canggih Buatan Indonesia Bernama Garuda

0
185

Jika Anda menganggap apabila Indonesia belum mampu dalam membuat drone, maka Anda sudah salah. Profesor Josaphat Tetuku merupakan seseorang yang sudah mampu membuat drone kelas dunia dari Indonesia. Seorang profesor yang pada saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di Jepang memang sudah sempat menawarkan drone hasil karyanya di hadapan Presiden Jokowi. Drone yang sudah mampu memindai langit Indonesia tersebut diberikan nama “GARUDA”. Pada saat itu, Profesor Josaphat juga telah mengklaim bahwasannya dia dapat membuat drone yang memiliki kualitas baik namun dengan harga terjangkau.

Profesor Josaphat sudah mengatakan bahwa GARUDA merupakan salah satu teknologi pertama yang ada di dunia, dan memiliki terobosan baru di ruang udara bahkan sampai di ruang angkasa. Selain itu, sebagaimana yang sudah dilansir di jadiberita.com beberapa perangkat khusus juga telah melengkapi kecanggihan GARUDA diantaranya Synthetic Aperture Radar atau SAR, hyperspectral serta TIR atau Thermal Infrared Radar, High resolution & high vision camera hingga teleskop.

Spesifikasi ini memang telah diklaim berbeda dengan drone lainnya atau bila diteliti di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Sebab drone inilah yang merupakan jenis drone stratosphere yang membutuhkan ketahanan iklim di luar angkasa. Sebagian dari beberapa negara maju juga telah melakukan pemesanan untuk bisa mengenakan sebuah teknologi milik Profesor ini, yang telah menjadi Guru Besar di Universitas Chiba yang ada di Jepang.

Di akhir tahun ini rencananya projek pesawat tanpa awak itu akan diluncurkan. “Kita memang akan membuat sebuah pesawat tanpa ada awak atau unmanned arial vehicle yang disingkat sebagai UAV dengan Bimasena yang sudah diperkirakan di awal tahun nanti akan diluncurkan. Hal tersebut disebabkan prototipnya telah selesai. UAV saatini juga telah digunakan untuk pemetaan bencana, hutan, illegal fishing serta monitoring wilayah dan lain sebaginya,” jelasnya.

Profesor Josaphat dilahirkan di Bandung, Jawa Barat 45 tahun silam. Keluarganya memang sangat dekat dengan dunia kemiliteran. Ayah Josaphat merupakan seorang Instruktur Phaskas TNI Angkatan Udara yang telah menginspirasi dirinya dalam membuat banyak paten yang berkaitan dengan radar, antena maupun teknologi militer.

LEAVE A REPLY