Berita Tekno Internasional – Penyadapan ke Indonesia, Untuk Keuntungan Sekutu Australia

0
614

Seakan mulai surut kabar terkait kecurangan dan pengkhianatan Sang tetangga, berita penyadapan Australia ini seakan tak ada hasil akhirnya. Lalu apa hasil yang terbaru terkait penyadapan yang telah dilakukan oleh pihak Australia ini? Dilaporkan bahwa baru-baru ini, Perdana Menteri Australia, Tony Abbott menyatakan bahwa materi intelijen tersebut dimanfaatkan guna kepentingan dari ‘kawan-kawan’ mereka serta agar meningkatkan nilai dari Australia.

Seperti yang telah dirilis oleh kantor berita AFP, hari Minggu (16/2/2014), hubungan dari Australia-Indonesia sempat merenggang di bulan November yang lalu usai beredarnya kabar bahwa Negeri Kangguru itu telah menyadap pembicaraan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,  berikut istrinya Ani Yudhoyono, beserta sejumlah menteri lain pada tahun 2009 silam.

Dan merupakan suatu hal yang wajar apabila pihak Indonesia pun segera saja bereaksi terkait tindakan yang telah dilakukan Australia tersbut dengan cara melakukan pemanggilan kepada Duta Besar Indonesia untuk Australia diikuti dengan membekukan sejumlah kerjasama penting yang termasuk diantaranya adalah tentang penyelundupan manusia. Terbitan New York Times telah menyebutkan bahwa lembaga dari Australia sudah memata-matai sejumlah pejabat penting di Indonesia sehubungan dengan terjadinya sengketa perdagangan dari negara AS yang kemudian menawarkan untuk berbagi informasi melalui jalan belakang bersama Amerika Serikat.

PM Abbott sendiri menolak guna mengkonfirmasi dari laporan, termasuk tentang mendengar percakapan perdagangan diantara Indonesia serta pengacara mereka yang ada di AS serta menawarkan sejumlah informasi yang berhasil didapat pada Badan Keamanan Nasional AS. “Kami tak pernah mengomentari tentang masalah operasional dri intelijen, yang sudah menjadi praktik lama dalam seluruh pemerintahan Australia dalam dua aliran politik,” terang Abbott.

Akan tetapi, Abbott juga menambahkan bahwasannya Australia tak memakai segala bentuk informasi yang telah mereka rangkum tersebut guna merugikan negara yang lain. “Kami menggunakannya demi kepentingan dari teman-teman kami. Dan kami memakainya untuk menegakkan dari nilai-nilai kami,” jelasnya. “Kami menggunakan informasi tersebut guna melindungi para warga kami serta warga dari negara lain serta kami tentunya tak menggunakannya dalam tujuan komersil,” lanjutnya.

LEAVE A REPLY