Berita Selebritis Terbaru – Roy Marten Akan Garap Film Penjara

0
333

Adalah Roy Marten yang menolak putusan hukuman mati terhadap terpidana kasus narkoba yang saat ini sedang menjadi topik terhangat Indonesia. Roy mengatakan ia siap untuk mengkampanyekan anti hukuman mati Indonesia. Hal itu bukanlah tanpa alasan, pasalnya ayahanda dari Gading Marten tersebut memang belum lama didaulat sebagai duta anti hukuman mati LEW (Law Enforcement Watch). “Ini tolong dilihat, kita bukannya ingin membela para gembong narkoba, tapi yang kita bela adalah manusia serta kemanusian. Hidup itu lebih berharga daripada kematian. Penjara merupakan neraka dunia. Kodrat manusia ialah bebas, itu direbut oleh masalah hukum,” terang Roy dari kantor LEW, di Pancoran, Jakarta Selatan, hari Jumat (27/2) malam.

Seperti yang dketahui bahwa Roy juga pernah jadi duta anti narkoba walau sempat 2 kali terjerat kasus yang sama tersebut merasa bahwa hukuman mati harus dikaji lagi. “Saat dipenjara, terlebih lagi seumur hidup, itu saja sudah cukup. Yang kami bela bukanlah gembong narkoba maupun teroris, namun kemanusian,” sambungnya. Sosok bintang ‘The Raid 2: Berandal’ tersebut juga menambahkan bahwa hukuman mati bukanlah solusi demi memunculkan efek jera untuk pelaku kriminal. Utamanya bagi tersangka dalam kasus narkoba.

“Saya terima tawaran ini sebab sudah 1 ide, 1 pendapat, saya akan berkampanye serta menyediakan diri guna menolak atas hukuman mati. Kelak perlu digelar seminar, yang menunjukan data tiak ada korelasinya diantara hukuman mati dengan efek jera,” katanya. Demi mengkampanye visinya tersebut, Roy bersama komunitasnya akan memproduksi film tentang kehidupan narapidana pada sebuah penjara. “Kami memiliki rencana untuk memproduksi film terkait penjara, ada pula kehidupan romantika, kesetiakawanan serta pengkhianatan. Bahwa dalam penjara ada kehidupan. Rekan-rekan meminta saya untuk bergabung. Judul dari film adalah The Prison,” kata Roy.

Menurut Hudy Yusuf, perwakilan LEW pihaknya memiliki visi yang sama terhadap aktor senior tersebut tentang hukuman mati. “Komunitas kami memang tidak menyetujui hukuman mati. Yang mana dilihat itu merupakan hak hidup, nyawa adalah anugerah Tuhan, serta hanya boleh dicabut Tuhan,” terangnya.

LEAVE A REPLY