Berita Seleb Terbaru – Eksekusi Mati, Deretan Seleb Dunia Mengecam Jokowi

0
391

Kini selebriti dunia sedang menggaungkan nama Presiden RI, Joko Widodo. Namun bukan lantaran Indonesia baru saja membuat prestasi, namun sebab melakkan eksekusi mati. Ada banyak pihak menghujat keputusan dari Jokowi yang mengabaikan protes dari dunia, dan memilih melanjutkan hukuman itu. Guy Pearce, aktor serta musisi Australia. Aktor dalam Iron Man 3 tersebut menyebut “President Widodo” ketika mencuitkan perasaannya terkait terpidana asal Australia. “Really? You are going to kill our boys, are you President Widodo? That’s the world we live in, is it? I am sorry, what century are you in, brother?” kicaunya.

Pearce pun turut bersama selebriti yang lain semisal Geoffrey Rush, Bryan Brown, serta Joel Edgerton saat membuat tayangan bagi PM Australia, Tony Abbott. Pada Selasa (28/4) mereka pun berharap agar Abbott segera ke Indonesia serta hentikan eksekusi mati tersebut. Pearce sempat berkicau “Just to be clear, my issue regarding Andrew and Myuran facing the death penalty is with the Govt enforcing it, not ours trying to stop it,” dituliskan Pearce saat menjelaskan apa pendapatnya.

Ketika 8 terpidana mati, yang termasuk Andre serta Myuran dihukum mati pada Rabu (29/4) dini hari, Pearce segera menuliskan kekecewaannya. Kekecewaan serupa diungkapkan oleh band The Temper Trap. Hanya selang berapa jam sebelum pelaksanaan eksekusi mati, mereka pun mengunggah kicauan pada Twitter dengan nama Jokowi. Darah akan mengalir di tangan Jokowi bila tetap mengeksekusi duo Bali Nine.

Selai8n itu, The Temper Trap pun sempat menyatakan keprihatinannya, sebab hingga jelang akhir hayatnya, duo Bali Nine tak juga diberikan keadilan. Itu terbukti oleh penolakan Indonesia untuk menyediakan layanan penasihat spiritual yang sudah diminta Andrew serta Myuran jelang eksekusi. Pada Februari yang lalu, The Temper Trap juga sempat meminta Jokowi untuk batalkan keputusannya. Lewat Twitter mereka pun menolak putusan tersebut. Mereka juga mengunggah video di YouTube tentang anak-anak muda yang melawan diberlakukannya putusan mati.

Tak hanya musisi serta aktor, seniman Australia, Ben Quilty pun ikut menghujat Jokowi. Lewat Facebook, ia menyatakan bahwa putusan Jokowi tak hanya membunuh imajinasi mereka, namun tidak akan membunuh kenangan tentang mereka. Keluarga, sahabat, serta semua orang yang mengenal Andrew serta Myuran pasti tetap mengenang. Quilty pun berjanji akan menentang putusan hukuman mati.

LEAVE A REPLY