Berita Politik – Selesaikan Kisruh, SDA Menggelar Rapat Pleno Partai

0
932

Diberitaka bahwa Ketua Umum dari DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yaitu Suryadharma Ali (SDA) menyatakan akan sesegera mungkin selesaikan adanya konflik yang telah selama seminggu terakhir ini terjadi dalam kubu internal dari partai yang menggunakan Ka’bah sebagai lambangnya itu.

Ditemui oleh para wartawan pada kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Menteng, Jakarta Pusat, hari Senin (21/4/2014), sosok SDA sempat mengatakan bahwa pada awalnya ia telah berniat guna melakukan islah atau ingin mengambil jalan damai, akan tetapi terdapat pihak yang ingin menghalang-halangi. “Saya akan menggelar Pleno dan juga akan menghadirkan pula KH.Maimun Zubari,” terangnya.

Konflik di kubu PPP ini berawal ketika SDA menghadiri kampanye terbuka dari Partai Gerindra yang diadakan pada 23 Maret yang lalu. Hal tersebut memicu adanya reaksi protes dari beberapa kader, dan termasuk Ketua dari DPW PPP Jawa Barat, yakni Rahmat Yasin. Mereka pun lalu mengajukan mosi tidak percaya terhadap SDA, kemudian sebagai bentuk balasannya adalah pemecatan terhadap mereka, yang mana diantaranya adalah Wakil Ketua Umum dari DPP PPP, Suharso Manoarfa, dan Rahmat Yasin serta beberapa ketua DPW lain. Selain itu pula, Sekjen dari DPP PPP, yaitu Romahurmuziy juga ikut terkena pencopotan tersebut.

Kemudian, belum habis masalah kisruh tersebut, SDA pun mengumumkan atas dukungannya kepada pencapresan dari Ketua DPP dari Gerindra, yaitu Prabowo Subianto, hari Jumat yang lalu (18/4).

Dukungan pada Prabowo ini ternyata makin memperparah terjadinya konflik. Pada malamnya pihak yang tengah menentang SDA pimpinan Romahurmuziy atau yang lebih akrab dipanggil dengan Romy, mengadakan rapat pengurus harian, serta memutuskan bahwa dukungan kepada Prabowo tak sesuai dengan mekanisme dari partai, maka dari itu dianggap sebagai tindakan ilegal. Romy pun juga sempat mengatakan bahwa SDA juga belum memperoleh dukungan Ketua Majelis Syariah PPP, yaitu KH.Maimun Zubair.

Menurut SDA, pada rapat pleno yang sedianya akan digelar, pihaknya tak akan memberikan undangan pada orang-orang yang telah berstatus dipecat, diantaranya Rahmat Yasin dan Suharso Manoarfa.

LEAVE A REPLY