Berita Politik – Pencegahan Kecurangan Dalam Rekapitulasi Suara

0
727

Menjelang gelaran pesta demokrasi yakni Pemilihan Presiden yang jatuh tak lama lagi, pada tanggal 9 Juli, pihak Emrus Corner mengelar diskusi publik terkait wacana dari ketidakpercayaan dalam proses rekapitulasi suara. Diskusi tersebut diadakan dengan tujuan demi mencegah adanya praktek kecurangan dalam rekapitulasi suara yang dimulai semenjak dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) sampai dengan ke pihak Komisi Pemilihan Umum di tingkat pusat.

Sejumlah tokoh pembicara juga sengaja dihadirkan guna membahas permasalahan ini. Tokoh tersebut di antaranya adalah Prof. Dr. R. Siti Zuhro, MA yang merupakan sosok Peneliti Senior pada LIPI, ada pula Jeirry Sumampow sebagai Koordinator Komite Pemilih Indonesia serta Poempida, Hidayatulloh.

Seperti yang diketahui bahwa perjalanan dari berita acara serta kotak suara memang sangatlah panjang serta berjenjang yang akhirnya membuat pihak Emrus Corner memberikan usulan tawaran kepada pihak KPU. Untuk tawaran terkait pengamanan berlapis dilaksanakan ketika membuat laporan tertulis dari hasil penghitungan suara pada TPS kemudian difoto menggunakan alat berbasis teknologi informasi. Tawaran tersebut, pada dasarnya adalah demi keamanan suara yang diperoleh pihak capres dan cawapres.

Diketahui bahwa foto tersebut dibuat oleh pihak PPS serta saksi dari kedua pasangan capres serta cawapres dan kemudian secara langsung dikirimkan kepada pihak KPU di kabupaten serta kota lewat media berupa pesan singkat. Selanjutnya, rangkap dari laporan tertulis dari hasil penghitungan suara tersebut haruslah mendapatkan pengawalan oleh petugas aparat pengamanan. Kemudian, masalah kotak suara dari pendapat Emrus Sihombing ada baiknya tidak sempat singgah dahulu pada kelurahan maupun kecamatan.

kotak suara

“Pengiriman dari kotak suara ini dilaksanakan secara terpisah menggunakan laporan tertulis dari hasil penghitungan suara pada TPS,” katanya dari Menteng, Jakarta Pusat, hari Senin (30/6/2014) siang hari. Emrus pun juga menambahkan bahwa gembok pada kotak suara pun haruslah dilakukan pula semacam perbaikan. Menurut pendapatnya, demi mencegah adanya kecurangan, maka baiknya gembok pada kotak suara itu ada tiga buah. Baik itu yang ada pada pihak KPU juga pada masing-masing dari pasangan capres maupun cawapres menggunakan password berbeda-beda pula.

LEAVE A REPLY