Berita Politik – Lagi, KMP Usulkan Pilpres Lewat MPR

0
649

Usai menghapuskan adanya pemilihan langsung rakyat, kini Koalisi Merah Putih kembali menggulirkan sebuah wacana untuk kembalikan pemilihan presiden pada Majelis Permusyawaratan Rakyat. Herman Kadir, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional beralasan bahwa pemilihan presiden langsung dari rakyat akan memecah belah kalangan masyarakat.

“Kalau pilpres secara langsung akan memicu konflik, maka saya pikir perlu dicabut,” kata Herman ketika dihubungi hari Minggu, 28 September 2014. Herman juga sempat mengatakan bahwa pemilihan langsung adalah produk Barat. Selain dari itu, menurut dia lagi, demokrasi Indonesia harusnya diwakilkan pada pihak parlemen. ”Bahkan kalau perlu, presiden bisa dipilih lagi melalui MPR,” kata anggota dari Komisi Pemerintahan di Dewan Perwakilan Rakyat tersebut tertanggal 12 September yang lalu.

Di jajaran DPR, ia juga sempat mengusulkan akan adanya amendemen dari Undang-Undang Dasar 1945 terkait pemilihan presiden supaya dapat kembali melalui MPR. “Saya merupakan salah satu dari yang paling jelas untuk mengusulkan, namun tak disepakati,” ujarnya. Pada waktu itu, aku Herman, para anggota DPR yang lainnya menolak, sebab usulan itu dapat menjadi sebuah blunder. “Nanti kita yang ribet,” kata Herman, yang mencoba menirukan suara koleganya.

Di lain sisi, Hayono Isman, anggota dari Fraksi Demokrat menilai bahwa kemungkinan presiden kembali dipilih MPR bisa terbuka lebar. “Jika Koalisi Merah Putih berhasil menguasai DPRD serta kepala daerah, maka menguasai MPR bisa jadi. Maka dari itu, lakukan amendemen pun sangat mudah,” terang Hayono, pada Sabtu lalu.

Pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yakni Ikrar Nusa Bakti juga mengatakan bahwa analisis dari Hayono tersebut masuk akal. Ditambah lagi dengan Demokrat, koalisi dari partai pengusung Prabowo sedikitnya mempunyai 352 suara pada MPR yang sama artinya lebih separuh jumlah kursi. “Bukan mustahil jika pemilu presiden kelak mekanismenya akan diubah, sebab Prabowo mengetahui dengan persis bahwa pemilihan umum langsung lewat rakyat, ia akan sulit untuk terpilih,” ujar Ikrar. Seperti yang diketahui bersama bahwa saat ini, Koalisi Merah Putih menguasai Parlemen usai MK diberitakan menolak permohonan dari PDI-P belum lama ini.

LEAVE A REPLY