Berita Politik – Kasak-Kusuk Seputar Kabinet Golkar Setya Novanto

0
296

Susunan kepengurusan alias kabinet baru dari Partai Golkar untuk periode 2014-2019 setelah Munaslub diumumkan ketua umum, Setya Novanto siang tadi, Senin (30/5). Kabinet baru ini ternyata sempat memicu kontroversi selama beberapa waktu belakangan, sebab berisi daftar nama calon pengurus yang diantaranya sempat terjerat oleh masalah etika serta masalah hukum.

Setidaknya, terdapat 6 nama dari calon pengurus bermasalah, diantaranya Nurdin Halid, Yahya Zaini, Ahmad Hidayat Mus, Sigit Haryo Wibisono, Fahd El Farouz Arafi serta Reza Herwindo. Akan tetapi, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengelak kabar ini. ia berpendapat, para calon pengurus terbaru ini telah dinyatakan bebas dari segala masalah. Jika ada sejumlah nama yang sempat tersangkut suatu kasus, itu dianggap selesai. “Itu sudah selesai semuanya. Jadi dalam UU, mereka-mereka kan juga telah mencalonkan menjadi anggota dewan, kan? Jadi enggak ada masalah,” kata Idrus.

Sementara Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini Golkar, Nurul Arifin menyebut kabinet baru akan berjumlah sekitaran 200 orang yang awalnya hanya 117. “Dari jumlah pengurus itu, sebanyak 32,7 persen dari perempuan, kemudian kader muda juga diakomodasi dalam pengurus harian serta dewan pleno, semua gerbong dari calon ketua umum juga sudah masuk,” kata Nurul dari Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (30/5).

Ia mengaku bahwa jumlah kabinet itu membengkak sebab sifatnya rekonsiliatif serta melibatkan semua kandidat ketua umum beserta timnya dalam Munaslub Golkar. Mereka dikatakan akan masuk dalam posisi Dewan Pembina, Dewan Pakar dan Dewan Kehormatan. Untuk nama-nama yang mengisi Dewan Pakar sebelumnya sempat disebut oleh Ketua Harian Golkar, Nurdin Halid. Ia menyebut 3 nama yang berpotensi masuk ke Dewan Pakar, yaitu Agung Laksono, Fadel Muhammad, serta Hajriyanto Thohari.

Sementara, Ade Komarudin disebut masuk dalam Dewan Pembina. Nurul juga sempat menyatakan bahwa semua nama pengurus yang segera diumumkan, tak akan berubah. Walau begitu, kabar bahwa Idrus Marham yang duduk di posisi sekretaris jenderal, segera ditarik dalam kabinet pada reshuffle jilid II sebagai menteri.

LEAVE A REPLY