Berita Politik – Jusuf Kalla Tidak Diundang Dalam Munas Golkar

0
450

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang mana juga seorang mantan Ketua Umum dari Partai Golkar mengaku tak ikut diundang guna menghadiri acara Musyawarah Nasional Partai Golkar IX yang diselenggarakan di Bali. Musyarawarah tersebut akan dimulai di hari Minggu (30/11/2014) malam sampai dengan 3 Desember 2014. “Gak ada undangan. Ini kan ada Munas, selalu diadakan secara internal saja. Kemungkinan biasanya di waktu acara pelantikan selain internal baru bisa diundang, pada prosesnya,” terang Kalla dari Jakarta, pada Minggu (30/11/2014). Ia pun berharap bahwa Munas IX dari Partai Golkar tersebut dapat berlangsung secara terbuka serta demokratis. “Terbuka dengan artian kata diketahui bagaimana prosedurnya,” terang Kalla.

Terkait proses rekonsiliasi diantara kubu Ketum Golkar, Aburizal Bakrie bersama kubu kader penentang dari Aburizal, Kalla pun mengaku tak tahu seperti apa perkembangannya. Meski demikian, sebbagai seorang kader senior, ia pun sudah berkali-kali berusaha mendamaikan kedua kubu. “Tak tahu soal dinamika pada Partai Golkar. Namun apa yang kami ketahui yang termasuk kedua calon ketua umum, Bakrie selaku Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie serta Airlangga Hartanto. Kami berharap ini demokratis prosesnya,” ujar Kalla.

Partai Golkar mengadakan Munas IX meski secara tidak utuh diikuti oleh seluruh elemen pada partai ini. Sebelumnya diketahui bahwa Ketua Dewan Pertimbangan dari Golkar, Akbar Tandjung berusaha untuk menjembati usaha rekonsiliasi diantara kubu Aburizal dengan kubu Presidium Penyelamat Partai Golkar yang mana antara lain beranggota Agung Laksono, Wakil Ketua Umum Partai Golkar. Selain halnya Agung, presidium tersebut juga beranggotakan Priyo Budi Santoso, Agus Gumiwang, Zainudin Amali, Agun Gunandjar, Yorrys Raweyai, Laurence Siburian, Ibnu Munzir serta Zainal Bintang. Akan tetapi, upaya yang telah dimotori oleh Akbar ini menjadi mentah.

Menurut pendapat Wakil Sekjen Partai Golkar, Leo Nababan yang juga ikut bergabung dalam kubu presidium, usai Ical menolak untuk mengadakan munas Januari 2015 sesuai yang telah diusulkan oleh presidium dan bahkan mengusulkan adanya munas digelar di bulan Oktober maupun Desember 2015. Kubu presidium pun menyatakan tidak akan ikut menghadiri agenda munas tersebut walau mereka saat ini juga ada di Bali.

LEAVE A REPLY