Berita Politik – Heboh Anggota DPR Masinton Diduga Aniaya Staf

0
187

Masinton Pasaribu, Anggota komisi III DPR dilaporkan oleh staf ahlinya, Dita Aditia Ismawati pada Bareskrim Polri dengan dugaan tindak penganiayaan. Kasus ini terjadi hari Kamis (21/1) yang lalu dan disampaikan hari Sabtu (30/1) malam. Dita datang ke kantor Bareskrim didampingi oleh Wibi Andrino, Sekretaris DPW NasDem Jakarta. Jeda waktu 9 harian semenjak kejadian sampai dengan laporan dibuat pun jadi bahan pertanyaan.

Ternyata laporan itu sehubungan dengan posisinya di NasDem. Ketika bertemu dalam sebuah rapat, Wibi mendapati mata Dita lebam seperti bekas terpukul. Setelah ditanyai, Dita mengaku dipukul oleh Masinton. “Kemarin rapat matanya ada bonyok. Kenapa mata? Dia enggak ngomong, enggak ngaku eh malah nangis. Setelah ditanya, akhirnya ngaku,” kata Wibi ketika dihubungi, Minggu (31/1/2016).

Wibi yang sekaligus anggota badan advokasi NasDem segera mengkonfirmasi temuannya itu pada Masinton. Masinton pun membantah, hingga akhirnya Wibi pun dihubungi ibunda Dita yang membenarkan aksi pemukulan terhadap putrinya. “Ibunya Dita nelepon saya sambil nangis. Masinton sempat datang ngajak damai lalu kasih pengobatan di RS Aini biar sembuh,” katanya.

Walau dibantu pengobatan, Dita tetap saja melaporkan Masinton. “Kita membela kader, enggak mau sampai politisir. Ini kan ada kader NasDem yang dipukul oleh anggota DPR PDIP,” ditegaskannya.

Abraham Leo Tanditasik selaku Tenaga Ahli Masinton juga membenarkan perihal pengobatan untuk Dita tersebut. Namun bedanya, Abraham menyebut bahwa pengobatan tersebut diberikan atas permintaan dari Dita sendiri. “Lalu besoknya, tanggal 22 Januari 2016 Dita telepon saya, minta dibantu buat biaya pengobatan sebab ingin dirawat di RS mata Aini, daerah Kuningan. Nah, permintaan Dita pun saya sampaikan langsung sama Pak Masinton lalu dibantu buat biaya perawatan ke RS mata Aini,” papar Abraham.

Abraham dan Masinton kemudian membesuk Dita yang sudah dirawat di RS Mata Aini untuk menanyakan bagaimana kondisinya. Dita dirawat 2 hari 2 malam dengan didampingi orang tuanya. Dikarenakan kondisi memar pada sekitaran mata itu sudah mulai membaik, maka atas saran dokter pun Dita diperbolehkan untuk pulang. “Selama pemulihan itu, Dita juga disarankan istirahat sementara dan diberikan izin untuk tidak masuk kerja,” lanjut Abraham.

LEAVE A REPLY