Berita Politik Baru – Seharusnya Gita Wirjawan Tuntaskan Dulu Kasus Impor Beras

0
830

Salah satu Capres 2014, Gita Wirjawan telah mengumumkan terkait pengunduran dirinya selaku Menteri Perdagangan. Mundurnya Gita Wirjawan, diduga berkaitan dengan adanya kasus impor beras dari Vietnam.

Mendengar berhembusnya sebuah kabar miring tersebut, Sekjen Gita Indonesia yaitu Bambang Smit mengeluarkan sebuah sikap yang cukup tegas. Pihaknya meminta para aparat yang terkait untuk segera mengusut tuntas peristiwa kasus impor beras dari Vietnam.

Kemudian para pendukung dari Gita Wirjawan menuduh jika kasus impor beras tersebut akan menghancurkan karir politik Gita Wirjawan selaku mantan Menteri Perdagangan.

“Meminta supaya kasus tersebut tidak terlalu di politisasi dengan menzalimi Gita Wirjaman karena permasalahan impor beras dari Vietnam tersebut. Dan kasus impor ini masih sedang dalam penyelidikan Kementrian Perdagangan.”ungkap Bambang Hari Sabtu, 1 Februari 2014.

Lebih lanjut lagi, Bambang menuduh, banyak pihak yang memanfaatkan isu impor beras ini sebagai senjata untuk menyerang jagoannya tersebut sebagai salah satu bukti kegagalan berdemokrasi dengan sehat. Lantaran telah menyebar sebuah fitnah dengan dasar yang kuat dan hanya sebuah asumsi yang tidak ada dasarnya.

Bahkan pihak Bambang menduga adanya sebuah skenario politik dalam peristiwa kasus impor beras dari Vietnam ini. Karena, lawan politih Gita Wijawan dalam Pilpres dianggap tidak mampu untuk bersaing.

“Relawan Gita Wirjawan telah menduga adanya sebuah skenario dari pihak tertentu yang membesarkan isu tersebut. Para lawan politik yang tidak bisa bersaing dengan sehat akan memanfaatkan kondisi ini untuk membunuh karakter Gita Wirjawan mengingat dia juga adalah salah satu Capres potensial di Pemilu 2014.”

Sementara, Firman Sobagyo selaku anggota DPR menilai langkah yang diambil oleh Gita Wirjawan untuk mundur seharusnya tidak dia lakukan saat ada kasus ini mencuat ke public. Dia membuat keputusan seakan dirinya menghindar dari masalah ini.

“Kenapa pak Gita tidak jauh – jauh hari mengundurkan diri jika alasannya adalah konvensi? Pilihan mundur tentu sangat tidak tepat mengingat saat ini Kementrian Perdagangan tengah terikat dengan kasus impor dan juga banyak hal lain.”kata Wakil Ketua Komisi IV DPR tersebut.

Menurut politisi Parpol Golkar ini, Kemendag dan Kementan selama ini memang tengah bertentangan tetang kebijakan dalam hal pangan. Kasus impor beras dari Vietnam adalah contohnya.

“Menurut undang – undang, hanya Bulog yang bisa melakukan impor dengan ukuran medium. Stok kurang baru kita bisa melakukan impor. Saat ini stok ada sekitar 2 juta ton, produksi masih surplus. Tentu ini adalah sebuah pelanggaran.”

LEAVE A REPLY