Berita Politik – Anggota Golkar Berulah, Rapat MKD Soal Sidang Novanto Diskors

0
123

Rapat yang digelar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dalam komposisi anggota baru nyatanya masih saja menuai masalah. Lagi-lagi, rapat mempermasalahkan tentang pembahasan yang sebelumnya telah disetujui. “Masih saja ada pendapat yang mengatakan kalau hasil dari rapat Selasa kemarin harus ditinjau lagi. Semuanya minta ditinjau lagi. Ini kan jadi aneh, saya sendiri gak habis pikir!” kata Junimart Girsang, Wakil Ketua MKD dari gedung DPR, Jakarta, pada Senin (30/11/2015).

Junimart sendiri yang walanya menolak untuk diwawancari setelah sidang, kemudian meminta kepada wartawan agar mengkonfirmasi kepada pimpinan MKD terkait anggota Golkar yang baru yakni Kahar Muzakir tentang betapa alotnya rapat MKD tadi. Ia juga meminta konfirmasi pada anggota yang lain. “Rapat tadi itu sangat alot, minta supaya keputusan yang telah lalu untuk ditinjau lagi. Sedangkan alasannya yang cacat hukumlah, yang cacat segala macamlah,” kata politikus PDIP itu. Karena perdebatan itu pula, Junimart kemudian meminta rapat untuk diskorsing. “Kita diskors untuk jelaskan perihal jadwal persidangan mendatang,” terang Junimart.

Sebelum rapat tersebut dimulai, anggota MKD yang baru dari Golkar, Ridwan Bae mulai mempermasalahkan lagi status Sudirman Said selaku pelapor Novanto. Ridwan pun juga menyoal lagi rekaman yang dijadikan sebagai bukti laporan. Padahal pihak MKD sebelumnya telah memutuskan untuk menerima laporan dari Sudirman Said serta melanjutkan kasus Novanto pada persidangan. Bahkan pakar hukum Refly Harun berpendapat bahwa rekaman Novanto tersebut sudah bisa dijadikan sebagai bukti, pasalnya kasus Novanto merupakan kasus etik, bukanlah pidana yang wajib mengikuti aturan KUHAP.

Selain dari itu, mereka juga sempat mempermasalahkan putusan MKD yang menetapkan kasus Setya Novanto ditindaklajuti hingga tahap persidangan. “Ada pihak yang mau menganulir, bahkan ada yang sampai gebrak-gebrak meja,” ujar Sarifuddin Sudding, anggota MKD setelah rapat . “Anggota yang baru masuk ini mau menganulir putusan kita yang tanggal 24 kemarin supaya kasus ini segera ditindaklanjuti persidangan. Itu dia ingin anulir,” lanjutnya.

“Ini kan sudah sesuai sama keputusan kemarin, sekarang kan agendanya untuk memutuskan jadwal persidangan oleh pimpinan guna dibawa pada rapat internal demi diambil keputusan,” jar Sudding keheranan.

LEAVE A REPLY