Berita Nasional – Wikileaks Lecehkan SBY Juga Megawati

0
598

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diberitakan sudah menanggapi isu oleh situs WikiLeaks yang merilis perintah tentang adanya pencegahan dari pihak pemerintah Australia dalam mengungkap kasus terkait dugaan korupsi sejumlah tokoh serta pemimpin Asia. Dalam sejumlah tokoh rilisan WikiLeaks tersebut, terdapat nama SBY serta mantan Presiden Megawati. Presiden SBY sempat menegaskan bahwa pemberitaan Wikileaks tersebut sangatlah sensitif serta menyangkut tentang harga diri Megawati Soekarnoputri juga SBY.

“Yang jelas adalah, pemberitaan dari Wikileaks serta Sindonews.com tersebut, saya nilai telah mencemarkan serta merugikan nama baik dari ibu Megawati juga saya sendiri,” ditegaskan oleh SBY ketika memberi keterangan dari kediamannya, Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (31/7/2014). Pasalnya, menurut penuturan SBY, pemberitaan ini juga berpeluang dapat menimbulkan kecurigaan serta spekulasi. Bahkan juga mengarah kepada fitnah baik itu kepada Megawati Soekarnoputri maupun SBY.

SBY pun berharap agar pernyataan persnya tersebut didengarkan oleh Wikileaks dimanapun berada, Sindonews.com, pemerintah serta pemerintah Australia. SBY juga berharap pernyataannya tersebut didengar pula oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Sebab saya ingin semuanya terang benderang pada negeri ini. Semangat milik kita sama dalam lakukan pencegahan serta pemberantasan korupsi. Sebab diberitakan bahwa seolah-olah ada kasus korupsi, maka saya berharap agar saudara-saudara yang berada di KPK dapat mendengar apa yang telah saya katakan ini,” katanya.

Diberitakan bahwa, WikiLeaks menyebutkan ada 17 nama pada kasus tersebut. ”Tiap Perdana Menteri Malaysia ataupun mantannya, Truong Tan San selaku Presiden Vietnam sekarang, Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Indonesia, juga Megawati Soekarnoputri mantan Presiden Indonesia dan saat ini menjadi pemimpin PDIP, juga 14 nama pejabat senior lain,” ditambahkan pada dokumen WikiLeaks tersebut.

”Serta kerabat masing-masing dari tokoh negara, dimana tak disebutkan namanya secara khusus yang tengah menjalani proses penyidikan kasus korupsi,” lanjut dokumen ini. Dokumen ini juga secara spesifik melarang publikasi dari urutan tokoh-tokoh sehubungan perwakilan dari Australia untuk pihak ASEAN, Gillian Bird, yang ditunjuk Australia menjadi Duta Tetap PBB baru-baru ini.

LEAVE A REPLY