Berita Nasional – Risma Ingin Perbarui Kandang Di KBS

0
635

KBS ( Kebun Binatang Surabaya ) yang terletak di Jawa Timur tampaknya harus segera berbenah. Bahkan, Tri Rismaharini selaku Wali Kota Surabaya mewacanakan akan segera membangun kandang baru untuk beberapa hewan yang terdapat pada kebun binatang paling lengkap di Asia Tenggara tersebut.

Akan tetapi, Risma mengaku akan tetap berhati – hati, karena dirinya tidak ingin melakukan kesalahan dengan melanggar aturan yang ada.”Dahulu, itu kan belum ada sebuah izin, kita ingin membangun beberapa kandang, terutama untuk kandang Burung Pelikan.”ungkap Risma ketika melakoni wawancara diruang kerjanya, Selasa 18 Maret 2014.

Kandang Pelikan dulunya sudah sangat kotor dan juga bau sehingga mengganggu para pengunjung dengan bau yang sangat menyengat.”Tempat itu kan terdapat didepan, dulu sangat bau. Ketika saya masuk saja saya sempat muntah, tetapi sekarang sudah enggak.”ujarnya.

Risma melanjutkan, dahulu pemkot dan juga KBS ingin membangun sebuah kandang yang terdapat diluar kandang tersebut. Artinya harus dibangun sebuah kandang baru tanpa menyentuh kandang lama.

“Dulu kan masih belum ada izin, jadi kita akan membangun kandang diluar kandang tersebut. Kandang asli sudah kita kasih pintu. Jadi burung pelikannya bisa keluar. Tetapi saat ini izin telah turun, jadi mungkin sudah tidak perlu melakukan hal itu, tetapi kalau memang tidak boleh kita tetap akan melakukan hal itu.”

Sebenarnya KBS itu tidak terlalu over populasi. Karena, kandang yang terdapat di KBS memang bisa dikatakan terlalu kecil. Sedangkan hewan – hewan yang ada disana terus berkembang biak.

“Lahan masih dibisa dipergunakan untuk memperluas kandang yang sudah sempit, jadi sebenarnya disana itu tidak over populasi. Over populasi atau tidak sesungguhnya akan sangat tergantung dengan besar dan kecilnya kandang.”

Tidak hanya itu saja, Risma juga mempunyai rencana untuk memisahkan hewan yang sudah berusia tua ataupun tengah sakit. Hal ini bertjuan untuk tidak menyebabkan timbulnya masalah baru ketika hewan tersebut mati.

“Hewan yang sudah masuk dalam pengawasan intensif atau tua dan tengah sakit ada sekitar 84 hewan, tiga ekor telah mati dan saat ini tersisa 81 ekor, jadi jika dibuatkan sebuah kandang berbeda tentu pengawasan dapat dilakukan dengan lebih baik.”tambah M. Fikser, Kabag Humas Pemkot Surabaya.

LEAVE A REPLY