Berita Nasional – Keterbatasan Pesawat Menghambat Pemadaman Kebakaran Hutan Lahan

0
410

Upaya pemadaman terhadap kebakaran hutan serta lahan lewat operasi udara menggunakan hujan buatan memanfaatkan pesawat Hercules C-130 TNI-AU pada beberapa titik api pada wilayah Sumatera serta Kalimantan terhambat oleh terbatasnya jumlah pesawat. “Itulah yang menjadi kendala dalam upaya pemadaman lewat jalur udara,” terang Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari Jakarta, pada Selasa (30/9/2014), yang dikutip oleh Antara.

Sampai dengan saat ini, terang dia, unit pesawat Hercules C-130 yang dipakai jumlahnya hanyalah 1 unit saja. Terbatasnya dari pesawat jenis ini memaksa tak setiap wilayah yang ada titik apinya bisa dilakukan dengan hujan buatan. “Masih mencoba untuk mencari pinjaman pesawat yang lain,” kata Sutopo. Hujan buatan pada beberapa titik api terus dilaksanakan sampai Oktober 2014. Untuk saat ini telah dilaksanakan pada Riau, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Tengah. “Poskonya berada di Palembang juga untuk saat ini hujan buatan dilakukan di wilayah Sumatera Selatan,” kata dia.

Pemakaian unit Hercules TNI-AU tersebut dilakukan semenjak hari Minggu (21/9/2014) siang, menaburkan “NaCl” seberat empat ton, dan membuat Kota Palembang sekitarnya bisa diguyur hujan dan titik api juga sudah kian berkurang. “Hujan buatan sudah mempercepat proses jatuhnya hujan serta meningkatkan intensitas dari hujan,” jelasnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Kabid data BNPB Agus Wibowo mengatakan bahwa 3 provinsi di Sumatera yang meliputi Sumatera Selatan, Jambi, serta Riau kini telah tercemar oleh asap akibat kebakaran hutan serta lahan.

Menurut Agus, tingkat cemaran polusi terparah berada pada wilayah Sumatera Selatan serta Jambi sebab diketahui bahwa kebakaran yang terbanyak memang terdapat pada 2 wilayah tersebut. “Sedangkan untuk kabut asap yang telah mencemari pada sebagian kawasan di Riau adalah asap kiriman dari wilayah Sumatera Selatan,” terangnya. Agus juga mengatakan bahwa sampai dengan saat ini pihak BNPB serta tim pemerintah daerah terus melakukan operasi guna penanggulangan bencana kebakaran hutan serta lahan dan kabut asap. Untuk operasi sendiri dipusatkan pada Palembang.

LEAVE A REPLY